Rekaman Memori dan Rasa

Ceritanya seharian ini me time di Bandung. Adek dan keluarganya lagi ada kondangan di Jakarta. Istri lagi ada acara kantor di Lembang. Sedangkan saya sedang tidak berhasrat untuk keluar rumah. Jadilah kerjaannya makan, gegoleran, sholat, nonton film di iflix. Oh ya ini sepertinya tulisan saya di blog setelah sekian tahun gak update.

Kemudian terpikir untuk buka lagi tulisan-tulisan lama, baik yang tersimpan di blog dan di ms. one note. Dari tuilsan berjenis diary (iya saya punya diary) sampe dengan tulisan-tulisan jaman kuliah yang penuh dengan semangat 45 untuk membuat dunia dan kehidupan yang lebih baik.

Ternyata lumayan banyak juga yang bisa saya baca. Dulu niat saya, nulis itu cara untuk merekam memori dan rasa, untuk saya yang kadang suka lupa kalo pernah mengalami ini itu. Alhasil, kemudian bawaannya jadi mellow, merenungi dan mengenang masa-masa yang sudah terlewati. Di satu sisi jadi keingetan bahwa banyak banget nikmat yang sudah Allah kasih ke saya. Banyaaakk bangettt. Sedangkan di sisi lain, masih kuraaaanngg banget bersyukurnya. Baik yang terucap dengan lisan maupun dengan memaksimalkan kesempatan yang sudah Allah kasih.

وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ (١٩

Dan dia berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan amal saleh yang Engkau ridha; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” 

Smoga setelah ini jadi lebih banyak bersyukur dengan memaksimalkan tiap kesempatan yang Allah kasih. 🙂

 

Mengatasi Ego

Pagi ini dimulai dengan keisengan membaca catatan-catatan lama yang saya tulis di ms. one note. Beberapa waktu lalu saya pindahkan data one note dari laptop ke sky drive sehingga saya bisa akses datanya dari mobile device.

Catatan yang menarik perhatian saya, adalah  catatan yang saya tulis di akhir tahun 2013, yang tema besarnya tentang suka duka pertama kali bekerja. Tentang seorang freshgraduate yang merasa sudah menjadi jagoan dari kampus, namun babak belur ketika pertama kali bekerja. Hehe.

Saya masih ingat betul ‘shock terapi’ yang dirasakan saat itu ketika ternyata standar perusahaan (kinerja, disiplin, endurance, under pressure, dll) berada jauh di atas standar saya. Maka tidak heran jika saat itu saya stressfull, sampai turun 3 kg di sebulan pertama. 3 kg yang sangat berarti, yang membuat badan saya menjadi terlihat semakin kurus.

Tidak terasa, sudah hampir 1.5 tahun saya bekerja. Saya sendiri merasa mengalami banyak perubahan, mulai mengerti bagaimana mindset profesional, saya juga sudah bisa mengatasi beberapa kekurangan yang yang dimiliki saat menjadi freshgraduate. Berat badan saya juga naek 15 kg. hehe.

Namun setelah saya renungkan, hal terpenting yang berhasil saya capai, adalah mengalahkan rasa ego. Ya, ego. Sejujurnya itulah yang paling sulit. Ketika diberikan suatu tugas, suatu pekerjaan, yang menurut saya terkadang levelnya jauh dibawah standar saya. Seringkali ada rasa enggan, yang berujung pada pengerjaan  seadanya, dan hasil yang tidak memuaskan. Hal ini beberapa kali terjadi. Apalagi secara bawah sadar masih membawa atribut yang saya bawa dari semasa kuliah dulu, mahasiswa berprestasi juga gelar post graduated yang cukup memupuk  ego dan ‘harga diri’ saya.

Kemudian pelan-pelan mulai saya mengerti, bahwa saat itu saya melihat kemampuan saya dari apa yang saya pikir saya mampu lakukan, sedangkan orang lain melihat dari apa yang sudah saya berhasil kerjakan. Ada gap disitu.

Ketika saya membayangkan sebuah pekerjaan yang besar, yang keren, inspiring, tapi di sisi lain saya tidak berhasil mengerjakan pekerjaan-pekerjaaan kecil  yang menjadi jalan menuju pekerjaan besar tsb. Bukankah itu sebuah kelucuan?

Maka pelajaran yang bisa diambil, kerjakan yang menjadi tugas kita dengan sebaik-baiknya, apapun itu, pun itu hanya bagian kecil dari sebuah pekerjaan besar. Karena keberhasilan kita atas tugas-tugas kecil itu, menjadi modal untuk kita mengerjakan hal yang nantinya lebih besar.

Dan satu lagi yang tidak kalah penting, bersabar menjalani prosesnya.

Pematang Siantar, 11 April 2015.

Ada Beda antara Ingin dan Komitmen

Ada beda antara ‘ingin’ dan ‘komitmen’.
Banyak orang ‘ingin’ menjadi lebih berwawasan, ‘ingin’ hidupnya lebih sejahtera, ‘ingin’ kebermanfaatannya lebih luas, ‘ingin’ mendapat jodoh yang terbaik, ataupun ‘ingin-ingin’ lainnya

Padahal ‘ingin’, tidak memberikan kamu cukup kekuatan ataupun kepercayaan untuk mewujudkannya

Sedangkan ‘komitmen’, kaitannya dengan standar hasil dan keteguhan untuk mewujudkannya

Tidak peduli apakah hujan menghalangi langkahmu, situasi berjalan di luar rencanamu, ataupun kamu tidak mendapatkan dukungan yang dibutuhkan

Kamu tetap terus melangkah dan memantaskan diri untuk meraihnya, karena kamu percaya bahwa komitmen ini akan membawamu meraih yang kamu inginkan.

. . .

Bandung, 9 November 2014

Living, Loving, Learning and Leaving a Legacy.

catatan afdilKalo kamu memperhatikan, ada yang berbeda di tampilan blog ini. Yang pertama adalah tema yang dipakai, yang sebelumnya notepad diganti menjadi retro-fifted. Bukan tanpa alasan, karena memang di tahun 2014 ini judulnya adalah brand new me. Mulai dari ganti status dari mahasiswa menjadi profesional. Juga pindah tempat tinggal yang sebelumnya hampir lima tahun di Bandung, sekarang mencoba merasakan hidup di ibukota negeri ini yang kata beberapa orang menyebutnya dengan kota yang kehidupannya keras. Untuk hal ini saya tidak sepenuhnya sepakat dengan pernyataan tersebut.

Dan yang pasti poin penting di setiap perubahan, bukan hanya status atau tempat tinggal saja yang berubah, tapi juga mulai dari hal yang paling mendasar dari diri ini. Hal itu adalah mindset. Karena kurang pas jika kita memakai mindset kemarin untuk kehidupan hari ini. Kondisinya sudah berubah, tantangan pun berubah, maka bagaimana cara kita berpikir juga harus diubah.

Oleh karena alasan itu tema dari blog ini, sebagai jurnal pribadi, tempat saya menuangkan apa yang ada di benak saya, juga harus berubah. hehe. (ada aja alasan). Tema yang menurut saya tetap simple, tapi lebih elegan.

Perubahannya bukan cuma pada tema. Kalimat singkat yang menjelaskan judul blog juga berubah. Sebelumnya “Learning is Life Itself”. Saya lupa tepatnya itu quote siapa. Ceritanya quote itu saya dapat dari seorang dosen yang mengajar tentang manajemen perubahan ketika saya duduk di bangku esdua beberapa waktu yang lalu. Intinya bahwa manusia seharusnya tidak akan pernah berhenti belajar, karena sejatinya belajar adalah hidup itu sendiri. Learning dan Life tidak bisa dipisahkan. Namun sayangnya banyak orang yang melewatkan poin penting ini, dengan tidak belajar dan bertambah baik seiring dengan berjalannya waktu. Quote yang punya makna mendalam ini begitu menginspirasi saya, yang kemudian saya tulis sebagai kalimat pelengkap di judul blog.

Pada fase kehidupan saya berikutnya, quote itu sebenarnya masih sesuai. Namun rasanya ada yang kurang. Learning penting. Tapi saya merasa ada aspek-aspek lain yang juga penting untuk melengkapinya. Kemudian keterusikan saya untuk mencari sesuatuyang hilang itu menemukan muaranya ketika saya membaca buku The 8th Habit karya Steven Covey. Dalam buku itu dia menjelaskan tentang the whole person paradigm, idenya tentang konsep utuh seorang manusia. Berikutnya dijelaskan bahwa manusia terdiri dari empat dimensi berdasarkan fitrah dan kebutuhannya; Body, Mind, Heart, dan SpiritContinue reading →

renungan tentang path to success.

belakangan saya banyak berinteraksi dengan klien yang sudah berpuluh tahun menekuni bidangnya masing-masing.
profesionalisme jangan ditanya, yang sejalan dengan limpahan materi yang mereka dapat.

dan rata-rata, mereka bekerja tidak eight to five. tapi lebih.
bahkan sampai larut malam sekalipun, demi menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
seakan keseluruhan waktunya didedikasikan untuk bekerja.

terusik saya untuk bertanya, apa yang membuat mereka bisa bertahan seperti itu? apa yang dicari??

dari diskusi-diskusi yang terjadi, saya mendapat suatu pola, ada benang merahnya,
bahwa mereka memiliki keyakinan,
sukses yang mereka kejar bukan umtuk mencari kebahagiaan
tapi terbalik,
bahagia yang mereka rasa saat bekerja,
yang mereka percaya menjadi kunci dari sukses yang mereka raih.

senada dengan apa yang dikatakan Albert Schweitzer
“Success is not the key to happiness. Happiness is the key to success. If you love what you are doing, you will be successful”

Karir Profesional, Sebuah Awal

Your work is going to fill a large part of your life

And the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work

And the only way to do great work is to love what you do

If you havent found it yet, keep looking. Dont settle

-Steve Jobs

Untuk waktu yang cukup lama ternyata saya tidak menulis di blog ini. Ada saja excuse yang bisa dibuat, mulai dari ga punya waktu sampai dengan ga mood. Padahal salah satu resolusi saya di awal tahun 2013 kemarin salah satunya adalah aktif menulis dalam rangka membiasakan sebelum nantinya jadi penulis handal. Hehe.

Jadi mau sedikit bercerita. Beberapa bulan ini saya sedang berada pada sebuah masa dalam hidup yang sedang banyak pikiran hingga membuat galau dan cukup sensitif. Apa itu? Yaiitu masa peralihan dari  bangku kuliah di esdua ke bangku karir di real world. Meninggalkan zona nyaman saya sebagai mahasiswa dan mulai terjun ke growth zone di dunia profesional

Untungnya periode galau saya cukup singkat. Continue reading →

FIM KECE Berbagi Kearifan: Teman Hidup

Apa kabar wordpress saya ya? hhe. Lama dah ga nulis. Saya kehilangan momentumnya sepertinya. Daripada ga ada post baru sama sekali, ini saya post kan hasil berbagi kearifan atau bahasa sekarangnya ngobrol santai bareng temen-temen saya di Forum Indonesia Muda regional Bandung atau yang juga dikenal  dengan nama FIM KECE,  yang dirangkum oleh Lika Lulu, check it out..

FIM KECE Berbagi Kearifan

Sabtu, 7 September 2013 @Ngopdoel Imam Bonjol Bandung

Alhamdulilah setelah sekian lama tidak berjumpa, akhirnya dipertemukan dengan orang-orang unik inspiratif, dengan berbagai latar belakang yang berbeda, aktifitas yang berbeda, angkatan yang berbeda, tetapi sama-sama pernah melewati pelatihan Forum Indonesia Muda. Sore ini ceritanya kami berkumpul bersama, bersilaturahim, ngobrol santai dengan agenda fim kece “Berbagi Kearifan” yang diprogramkan setiap bulan (seharusnya), tetapi beberapa bulan kemarin belum sempat dilaksanakan, karena berbagai alasan yang panjang ceritanya ( xp )

Tema berbagi kearifan kali ini adalah “Teman Hidup”.

Tema yang cukup unik kan? Meskipun alasan pemilihannya random karena mendengar lagu “Teman Hidup” dari Tulus.hehe. Tapi jangan salah.. ternyata tema ini cukup “ngena” dan menambah perspektif dan pandangan yang baru mengenai “teman hidup” masing-masing Kece’ers yang hadir saat itu : kang Aye+ sang pendamping (Nisa), Lika, Nofa, teh Fany, kang Faris, Alif, kang Afdil, teh Ajeng, dede Shielda, Uni Yola, kang Ryan, Rofi, Ka Aufar, dan terakhir kang Tanri.

Rule “berbagi kearifan” kali ini adalah setiap orang akan mendapat kesempatan untuk berbicara, tetapi saat ada yg berbicara dilarang membuat forum di dalam forum. Setiap orang memperkenalkan nama, angkatan, aktivitas, dan cerita “Teman Hidup”nya. Sang moderator selain mengarahkan juga menjadi notulensi, tapi ada beberapa bagian yg tidak sempat tertulis, mohon dimaafkan. Continue reading →

Dunia Anak-Anak

Dulu sempat timbul tanya ketika melihat rekan-rekan yang mendedikasikan waktunya untuk berkecimpung di dunia anak-anak?

‘bagaimana sudut pandang mereka sehingga rela menghabiskan waktu untuk bermain bersama anak-anak?
mungkin lebih elit jika terjun di kegiatan kepemudaan, berdiskusi soal kebangsaan, yang lebih terlihat hasilnya,
secara para pemuda itu yang nanti akan memimpin bangsa ini ..
sedangkan anak-anak,
masih lama untuk mereka menjadi orang dewasa’, Continue reading →

Rindu pada Setelan Jas Putih dan Pantolan Putih Bung Hatta

Sebuah puisi oleh Taufik Ismail yang dibuat tahun 2001) Dibacakan kembali oleh beliau di sebuah seminar di balai sidang Bung Hatta, Bukittinggi, 1 Juni 2013.

***

1

Setiap kali di dalam majelis orang banyak,
ketika hadirin diminta berdiri menyanyikan lagu kebangsaan,
inilah pengalaman yang ingin kuceritakan,

Sampai kepada bait refrein yang harus diulang-ulang,
Indonesia Raya, merdeka, merdeka …“,
pita suaraku tak bisa menyebut “merdeka, merdeka” itu,

Mulutku terkatup bisu,
menyebut dua kata merdeka itu tidak mampu,
dan ada rasa pedih menyayat dalam kalbuku,

Seorang kemenakanku yang memperhatikan mulutku,
belakangan dia bertanya karena ingin tahu.
“Paktuo, paktuo, kenapa paktuo diam saja,
kenapa ketika sampai pada refrein “merdeka, merdeka
paktuo tidak ikut nyanyi bersama?” Continue reading →

Tengah Malam di Bukittinggi

Aku terbangun di tengah malam, diam sejenak untuk mengumpulkan kesadaran.  Pukul 01.30. Tampakn
ya dinginnya malam Bukittinggi lah yang membangunkanku.

Ku dapati diriku masih memakai jeans dan kaos putih bergambarkan Bung Hatta.
Oh, tampaknya aku tertidur. Belum sempat ganti untuk baju tidur. Perasaan menyesal kemudian mulai hinggap padaku, sesaat sebelum tidur aku akan pergi ke ruang panitia, untuk sharing session yang aku tau itu akan sangat seru, mungkin juga haru dengan banyak hal yang sudah kami lalui bersama.

Ketika melihat handphone, ada message masuk yang menanyakan kenapa aku tidak ikut kumpul sharing. Ah, ini semakin menambah sesak dadaku saja. Hiks. Tapi tak apalah, mungkin tidur itu adalah gift, karena beberapa hari belakang hanya sedikit memiliki waktu tidur, mungkin hanya sekitar 2-3 jam. Yang sedikit menenangkanku adalah bahwa besok Rabu, 5 Juni, Insyaallah masih bisa bertemu mereka lagi, sebelum kami semua pulang ke daerah masing-masing.

Kurang lebih seminggu ini aku berada di Ranah Minang, bersama mereka, kunang-kunang, istilah untuk keluarga Forum Indonesia Muda. Continue reading →

Bersama Kunang-Kunang

Malam sudah cukup larut, namun tak seperti biasanya kedua mata ini belum mau terpejam. Mungkin karena sudah tak sabar menunggu hari esok.

Ya hari esok ku, sepertinya akan berbeda, yang biasanya berkutat di kampus, dengan satu hal yang aku benci tapi cinta (ini bahasanya aja ya), tesis. Nah selama kurang lebih satu minggu ke depan aku akan keluar sejenak dari aktivitas di Bandung.

Tujuanku kali ini adalah suatu daerah yang setauku cukup banyak melahirkan tokoh besar, mulai dari Buya Hamka, Bung Hatta, bahkan sampai sosok yang diceritakan dalam sebuah novel trilogi yang mendunia itu, Alif, juga berasal dari daerah ini, tanah Minang.

Tanah Minang yang akan aku datangi, adalah Padang dan Bukittinggi, yang nantinya adalah tempat ketiga di tanah Sumatera yang pernah aku datangi, setelah Banda Aceh dan Medan.

Yang menarik, aku tidak akan ke sana sendiri, tapi bersama teman-teman dari Forum Indonesia Muda, Continue reading →

Cerita tentang Seorang Ayah

Aku tidak pernah meminta untuk diperlakukan istimewa sejak aku kecil. Aku juga tidak pernah meminta untuk dilahirkan di keluarga terpandang. Aku tidak pernah meminta agar banyak orang, bahkan mungkin setiap orang di sudut desa untuk mengenalku.

Mungkin, anak seumurku di luar sana, ada yang iri dengan semua kenikmatan yang diberikan padaku. Ya, sekali lagi semua itu diberikan padaku, tanpa aku memintanya. Aku tidak pernah meminta semua itu, namun Allah sepertinya punya rencana lain ..

Cerita di atas adalah bukan tentangku. Meskipun dalam ceritaku juga banyak mengalami kemiripan seperti yang aku sebutkan di atas. Cerita tersebut adalah tentang seseorang yang sangat penting buatku, yang Allah mempercayakan kasih sayangnya padaku melalui perantaraan beliau, dia adalah ayahku. Continue reading →

Perayaan Hubungan Manusia

Berbicara mengenai langit,

mau biru, jingga, ataupun hitam
cerah ataupun hujan
juga fajar dan senja

tiap-tiap momen itu memiliki keindahannya

namun dari keseluruhannya,
ada beberapa momen
yang lebih indah dari  momen lainnya

diantara momen itu,
adalah saat fajar juga senja, saat fase pergantian langit
dimana tercipta semburat warna
akibat terbit terbenamnya matahari

yang sulit melukiskan keindahannya disini

namun sayangnya,
momen itu terjadi hanya sesaat
sesaat sekali, Continue reading →

Langit

Dago Pakar, Bandung

Dago Pakar, Bandung

Langit,
selalu saja memiliki pesona yang tiada habisnya

apalagi
ketika momen pergantian siang dan malam,
ataupun malam ke siang

saat langit menampilkan semburat warna yang tidak biasa,
momen yang hanya sesaat, namun sangat berharga

dan aku,
selalu suka momen itu.

 

 

Ibrahim Imaduddin Islam

Bulan April 2009, saat itu adalah masa-masa awal saya berkenalan dengan dunia dakwah kampus. Entah ada angin apa, panitia event Bedah Karakter saat itu meminta saya untuk menjadi MC pada acara yang menghadirkan Habiburahman El-Shirazy atau yang lebih akrab disapa kang Abik. (lengkapnya dapat dilihat di Notes about Gamus: Be Master of Ceremony)

Assalamualaikum. Ini dengan afdil ya? Saya Eel gamus 2007, panitia bedah karakter. Apa bisa jadi MC untuk tanggal 9 April?

Iya teh, tapi saya ga punya pengalaman jadi MC. Gimana?

Tenang aja, nanti kamu ngeMCnya berdua bareng Baim Gamus 2007.

Oh gitu, oke teh. Kabari lagi aja nanti kalo ada kumpul panitia.

Singkat cerita, malam saat gladi resik acara saya datang untuk mempersiapkan event esok harinya. Saat itu pertama kalinya saya dipertemukan dengan Ibam (Baim). Sosok  yang akan saya ceritakan disini, Continue reading →

Sosok itu, adalah Bung Hatta

Akhirnya setelah tiga minggu berjibaku dengan buku otobiografi Mohammad Hatta (Bung Hatta), saya menyelesaikannya sampai jilid terakhir. Semakin saya baca lembar demi lembar, semakin menambah kekaguman saya terhadap beliau. Di buku itu, beliau mendeskripsikan perjalanan hidupnya secara detil sedari masih kecil di Bukittinggi, masa studinya di Belanda, sampai pada detik-detik ke gerbang kemerdekaan.

Uniknya, beliau hanya mendeskripsikan peristiwa demi peristiwa  tanpa disertai komentar ataupun pendapat beliau terhadap hikmah yang diambil dari peristiwa tersebut sehingga pada beberapa bagian, saya harus berhenti sejenak dari membaca untuk memikirkan pelajaran apa yang bisa diambil. Dan tidak ada yang tau pasti kenapa beliau hanya menulis sampai pada Desember 1949. Continue reading →

Parapat: Berjuang dan Dibuang

Tempat Pengasingan Bung Karno

Pada 25 Februari 2012 bersama Kak Trio Satria Putra, saat akan menuju pulau Samosir, secara tidak sengaja kami menjumpai sebuah rumah besar dengan gaya arsitektur Eropa di daerah Parapat yang merupakan salah satu kabupaten diantara tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba.

Isenglah bertanya pada petugas disana, ternyata Continue reading →

Di Penghujung Malam

Beberapa hari ini pembagian waktu saya lumayan padat. Dari pukul delapan pagi sampai dengan empat sore seperti biasa saya berjibaku di kelas, di penghujung kelas perkuliahan saya di esdua  yang tinggal beberapa hari lagi. Kemudian jam lima sore sampai dengan malam saya gunakan untuk mengurusi kegiatan di katering, kebetulan minggu ini sedang ada cukup banyak order sehingga banyak pula yang perlu diselesaikan.

Hingga akhirnya, sudah untuk kesekian kalinya saya pulang larut malam seperti saat ini. Jangan ditanya untuk soal capek? Continue reading →

Mohammad Hatta: Untuk Negeriku, Sebuah Biografi

Bung Hatta

Beberapa hari ini saya sedang membaca buku otobiografi Muhammad Hatta. Ceritanya buku dengan judul Untuk Negeriku Sebuah Otobiografi dan terdiri dari tiga jilid ini adalah edisi terbit ulang dari edisi awalnya yang diterbitkan 12 Agustus 1979  atau tepat pada ulang tahun beliau yang ke 77.

Buku aslinya berjudul Muhammad Hatta: Memoir, menceritakan tentang Continue reading →

Catatan Akhir Sekolah: Cerita Persahabatan, Cinta, dan Cita-Cita

Jember, Mei 2008.

Tiap dari kita pasti memiliki teman dekat atau sahabat, dimana waktu kita banyak  dihabiskan bersama. Biasanya ditiap episode kehidupan ada sahabat yang datang dan pergi. Namun yang namanya sahabat biasanya memiliki jangka waktu hubungan yang lebih lama, lebih awet dari jenis hubungan lain seperti teman biasa ataupun pacar.

Bicara tentang persahabatan yang masih awet, saya memiliki beberapa orang sahabat sejak duduk di bangku sekolah, saat masih memakai seragam putih abu-abu. Mereka itu,  Alvan, Bagus, dan Dito, dimana kami kemana-mana selalu bersama, sampai ke kamar mandi pun bareng. Hhe. menjalani waktu remaja yang buat kami begitu indah.

Persahabatan, cinta, dan cita-cita. Continue reading →

Merindu Ranu Kumbolo

Merindu Ranu Kumbolo

saat hendak pulang dari ranu kumbolo, dua orang anak kecil memakai sepatu boot yang sedang berlari-larian di pinggir danau menarik perhatian saya

isenglah saya berkenalan dengan mereka, namanya abdul dan revina. mereka masih satu sepupu.

ceritanya mereka sedang membantu orang tua mereka yang berprofesi sebagai porter di semeru,
dengan mengumpulkan barang-barang yang masih berguna yang ditinggalkan oleh pendaki.

“enak ya kalian, punya tempat maen yang bagus..” Continue reading →

Inspirasi dari Film Habibie & Ainun: Manajemen Teknologi untuk Kemandirian Bangsa

Sabtu kemarin akhirnya saya menonton juga film yang sedang happening beberapa waktu ini, Habibie & Ainun. Awalnya saya tidak berniat menonton film itu karena testimoni dari teman-teman yang sudah menonton adalah seputaran ‘romantis’, ‘menangis’, ataupun ‘haru’. Saya lebih suka film yang menimbulkan motivasi, walaupun disisi lain saya juga mengagumi sosok Pak Habibie.

Singkat cerita duduklah saya kursi bioskop, dan perlahan tapi pasti terbawalah saya dengan alur ceritanya.

Tema utama di film itu memang kisah cinta, tapi ternyata tidak secengeng yang saya bayangkan malah banyak juga sisi perjuangan yang diangkat, untuk mewujudkan mimpi “membuat pesawat terbang sendiri” Continue reading →

Sekolah 5 cm atau 50 cm ?

Kehidupan itu ibarat roda yang berputar, kadang di atas kadang juga di bawah

Entah sudah berapa kali saya mendengar kalimat seperti itu. Sampai lupa kapan dan dari siapa pertama kali saya mendengarnya. Memang, hidup tidak selamanya mengenai keberhasilan dan hal-hal yang menyenangkan bagi kita, tapi ada kalanya mengalami episode kegagalan dan hal-hal yang tidak menyenangkan.

Seperti yang saya alami sekarang, dulu ketika masih S1 saya termasuk yang the best di kelas untuk urusan nilai, pun disibukkan dengan aktivitas di organisasi nilai saya tidak terganggu, rasanya saat itu cukup mudah bagi saya. Continue reading →

Menjadi Seperti Seharusnya

tidak terasa, dari satu tahun total saya memperdalam ilmu di program master sudah 6 bulan berjalan, dengan kata lain sudah setengah perjalanan ..

kalo sedikit direview, tidak jauh berbeda modul yang ada dengan mata kuliah di essatu, karena memang saya mengambil obyek studi yang sama. bedanya adalah dari tingkat pemahaman materi yang semakin dalam dan juga kompleksitas dari analisis studi kasus yang ada.

hampir tiada hari tanpa studi kasus, sampe lupa sudah berapa kasus yang sudah dianalisis dan dibahas. dari semuanya, hampir selalu kita diminta untuk merumuskan strategi apa yang harus dilakukan sebagai pemecahan masalah dari kasus tersebut.

nah, dari strategi ini ada yang menarik, Continue reading →

Ketika harus Melawan

sebenarnya lebih nyaman bagi kita untuk mengasumsikan bahwa di dunia ini hanya ada orang baik saja,
sejatinya lebih damai bagi kita untuk beranggapan bahwa tidak akan ada orang yang berlaku jahat terhadap kita,
apalagi ketika kita punya prinsip, tidak akan melakukan perbuatan yang merugikan orang lain.

namun ketika itu terjadi,
ada orang-orang yang melakukan kezaliman kepada kita, terhadap orang-orang dekat kita atau bahkan saudara kita.

apakah kita hanya akan berdiam diri dan memaafkan?
TIDAK
ada saatnya kita harus meLAWAN !

karena mendiamkan kejahatan, sama saja dengan ambil bagian dalam kejahatan itu.

For this reason, do the best is must.

Siapapun kita pasti memiliki orang-orang kita yang sayangi,
yang berkorban, berharap, dan bahkan menangis untuk kita ..

di saat motivasi kita melemah,
coba pejamkan mata, hadirkan sosok mereka dihadapan kita

karena ingatlah,
untuk membuat mereka tersenyum bahagia,
hanya dapat dicapai bila kita bersungguh-sungguh berusaha.

Officially Wisuda IM Telkom, LEAD 2008

Aslinya saya terharu.

Sabtu besok, 24 November 2012 adalah hari dimana sebagian besar teman-teman saya di Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) angkatan 2008 akan resmi melepas status mahasiswanya.

Wisuda.

Hari yang akan sangat membahagiakan. Continue reading →

Refleksi 84 Tahun Sumpah Pemuda

Malam itu langit bumi wiladatika lebih terang dari biasanya. Rembulan nampak kuning bersinar dengan anggunnya, namun bukan itu yang membuat terang, cahaya dari kunang-kunang yang sedang berkumpul di sanalah penyebabnya.

Malam itu, adalah malam  terakhir kebersamaan mereka sebelum esoknya kembali ke tempat masing masing: Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Malam itu, 28 Oktober 2012, memang suasananya tampak lebih sendu. Kesenduan tersebut semakin terasa saat mereka memasuki ruangan yang hanya diterangi lilin-lilin kecil, diiringi suara lirih beberapa pemuda yang sudah menunggu di dalam

Kami putra dan putri Indonesia mengaku, bertanah air satu, tanah air Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia mengaku, berbangsa  satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan puri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Hening.

Continue reading →

Berhenti Sejenak

tampaknya, memang harus berhenti sejenak

karena beberapa waktu ini kehilangan arah. kehilangan arah yang cukup serius. semangat, gairah dan gelora yang selama ini bersama seakan pergi entah kemana. tanpa pamit, tanpa pesan. tanpa bekas.

hidup jangan tergesa-gesa. ada kalanya harus menyediakan waktu untuk merenung. mencari tahu, apa yang sebenarnya dicari dalam hidup ini. menemukan panggilan jiwa.

sehingga langkah ini, bukan sekedar mengikuti langkah kebanyakan manusia. tapi langkah yang benar-benar diinginkan, langkah yang sesuai dengan tujuan penciptaan di dunia.

bismillah ..

ruang kelas,
09.56
3 November 2012

Para Pemimpi

Para Pemimpi

tiap orang mungkin memiliki mimpi pribadi. bisa juga dibilang bahwa memiliki mimpi itu harus, karena dengan mimpilah kita akan tumbuh dan berkembang, mendaki puncak-puncak baru dalam kehidupan.

namun ada yang lebih menarik daripada mimpi pribadi, yakni mengajak orang lain bermimpi bersama. ya. menetapkan suatu target bersama itu lebih mengasyikkan..

karena ketika ada yang melemah dalam perjalanan mewujudkan mimpinya, ada kawan yang mengingatkan.
😀

Bogor Trip : Saat Kota Hujan Bercerita

Ahad tanggal 14 Oktober,
Sudah saya tekadkan untuk pergi berkunjung ke bogor, kota tempat kuliah adik saya, Cherish Nurul Ainy. Bagaimana tidak, empat tahun yang lalu, 2008,  kami sama-sama masuk universitas. Saya di Institut Manajemen Telkom, sementara adik saya, di Institut Pertanian Bogor ,namun belum pernah sekalipun saya menjenguknya, pun sampai saya tamat kuliah. Sedangkan adik saya sudah berulang kali ke Bandung. Beruntungnya Continue reading →

Eid Mubarak (3): The Great History That Give Me a Big Lesson

Biasanya bila sudah lama tidak jumpa, hal pertama yang akan ditanya adalah bagaimana kabarnya. Salah satu momen untuk bertemu dengan sanak keluarga adalah saat lebaran, ketika semua orang sedang semangat-semangatnya untuk saling menyambung silaturahim. Seperti di postingan Eid Mubarak saya sebelumnya, bahwa ada waktu dimana masing-masing anggota keluarga menceritakan apa yang sudah dilakukan. Di keluarga saya tidak perlu sebenarnya menjadi seseorang yang ‘wah’ di dunia akademik, atau jalan-jalan keliling Indonesia maupun luar negeri, atau aktif di kegiatan berskala nasional maupun internasional, tidak perlu. Karena yang menjadi standar hanya satu hal, yakni bisa mandiri, punya penghasilan, dan bisa membantu anggota keluarga yang lain, itu saja. Tapi tidak demikian dengan saya, saya punya mimpi untuk lebih dari sekedar bisa hidup mandiri, lebih dari itu, saya punya mimpi untuk nilai kemanfaatan yang lebih besar. Hal ini bukanlah tanpa alasan, ada sejarah panjang, yang membuat saya harus seperti itu.

**

Continue reading →

Eid Mubarak (2): Birrul Walidain, Do It !

Kepinginan orang tua itu ga macem macem kok, cuma pengen liat anaknya berhasil.

Melanjutkan dari tulisan saya Eid Mubarak (1): The Happiness of Mass Exodus, yang bercerita mengenai mudik, rindu orang tua, dan kebahagiaannya. Berikut ini saya ingin membahas, satu fenomena yang menjadi dilema bagi sebagian orang.

Kita tau bahwa tujuan merantau adalah meninggalkan zona nyaman, menemukan hal-hal baru, memperluas wawasan, menambah relasi dan tentunya meraih sukses disana. Kita juga tau bahwa konsekuensi dari itu orang tua ditinggal di rumah. Walaupun ketika salah seorang anak sudah berkeluarga, akhirnya juga pisah rumah dengan orang tua. Padahal semakin hari kondisi mereka semakin lemah, seiring usia yang bertambah lanjut. Tidak sedikit orang tua yang menghabiskan masa senjanya dengan hanya berdua di rumah, di kampung halamannya, jauh dari baktinya anak, jauh dari suara keceriaan cucu-cucunya.

Seseorang yang baru saja ibunya tutup umur mengatakan pada saya,
pokoknya selama orang tua masih ada, manfaatkan waktu bersama mereka dengan sebaik-baiknya, bahagiakan, penuhi kebutuhannya, selalu ada di sisinya saat dibutuhkan. Karena ketika mereka sudah dipanggil, sudah terlalu terlambat untuk menyesali. Continue reading →

Eid Mubarak (1): The Happiness of Mass Exodus

Jika ramadhan adalah kepompong, maka kini saatnya terbang berkarya, menebar keindahan pada dunia.

Sebelumnya saya ucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, hari raya bagi umat muslim di seluruh dunia. ternyata sudah 1433 tahun sejak Nabi Muhammad Hijrah dari Mekkah ke Madinah. Sudah cukup lama sekali.

Selalu saja mengundang dilema, antara sedih meninggalkan bulan penuh keutamaan, Ramadhan, dan bahagia karena tiba hari kemenangan, 1 syawal, Hari Raya Idul Fitri atau yang oleh masyarakat kita juga disebut sebagai lebaran.

4 tahun belakangan ini saya juga baru merasakan apa yang namanya mudik. Ya, sejak saya merantau ke Bandung dalam rangka menuntut ilmu disana (hhe. asik bahasanya), sudah 4 kali juga saya bersama 11-12 juta orang lainnya mudik lebaran (angka ini saya dapat dari berita di TV) pulang ke kampung halaman, dengan biaya yang hampir 2x lipat dari tarif normal, berdesakan dijalan, demi bisa sholat ied di rumah, bersama keluarga tercinta. Continue reading →

Indonesia Itu Indah: Perkebunan Giriawas, Garut.

di puncak tertinggi perkebunan Giriawas, Cikajang, Garut. dari titik ini, sejauh mata memandang yang terlihat adalah bukit-bukit perkebunan teh yang berbaris membentuk kontur yang indah. Subhanallah ..
Indonesia itu Indah ..

Orkestra Langit Ramadhan: sebuah perenungan

Mungkin termasuk salah satu berkah di Ramadhan ini, setiap dini hari langit selalu cerah, tampil memamerkan orkestra langit nan indah,  hangatnya sinar rembulan dan cerianya kerlap kerlip bintang-bintang. Hal yang selalu saya nanti, saat setelah shalat shubuh, menyusuri jalan antara masjid dan kontrakan sembari perlahan menengadahkan kepala ke atas, menikmati persembahan orkestra langit.

sebenarnya ingin sekali, seandainya bisa menahan fase bulan sehingga tetap purnama atau paling tidak, jangan menjadi bulan mati kembali.

Bukan seperti pagi ini, Continue reading →

Kekuatan Visi dan Kepemimpinan

Vision is a mental image of a possible and desirable future state of the organization.

Baik tidaknya suatu organisasi dapat dilihat dari tujuannya, yang tercantum dalam visi, misi dan goal. Dimana visi yang baik adalah yang memuat convey to ideal dan unique. Convey to ideal adalah suatu kondisi ideal yang bisa jadi hal yang tidak mungkin dicapai namun kita ingin menuju ke arah sana. Unique maksudnya visi itu khas, yang membedakan organisasi satu dengan yang lainnya.

Misi adalah langkah-langkah yang akan dilakukan, atau bagaimana cara dari organisasi untuk mencapai visi yang diinginkan. Sedangkan goal adalah tujuan atau target yang akan dicapai, yang biasanya bersifat kuantitatif dan bisa diukur ketercapaiannya. Continue reading →

gue mulai mikirin nikah dari sekarang

“Dil, kayaknya gue harus mulai mikirin nikah dari sekarang nih ..”

Kalimat itu keluar begitu saja dari seorang kawan yang tinggal satu kontrakan dengan saya.. Kaget. Saat itu saya baru saja bangun dari tidur siang, sembari mengumpulkan kesadaran, terdiam sejenak, memikirkan response yang akan diberikan.

“Hm. Semua orang juga harusnya punya planning soal itu bro, tapi kenapa nih ujug ujug lo bilang kayak gitu, bikin gue kaget aja .. hhe.

Akhir-akhir ini gue semakin ga bisa jaga pandangan dil. ada aja yang menarik hati .. dan itu cukup menggangu ..
gue pikir dengan menikah masalah itu akan selesai. Continue reading →

Ramadhan Berkualitas

Kamis malam kemarin, suasana di Masjid Daarut Tauhiid tidak seramai biasanya. Mungkin karena sebagian besar sedang menikmati masa-masa awal Ramadhan di rumah bersama keluarga. Atau, mungkin juga karena sebagian sudah tau bahwa pengajian kamis malam ini tidak dibawakan langsung oleh pimpinan pesantren Daarut Tauhiid, aa gym, karena beliau sedang berada di Madinah.

Kali ini yang menjadi pembicara adalah Prof. KH. Miftah Farid, beliau membawakan tema mengenai Ramadhan, bulan prestasi. Berikut saya rangkum beberapa hal yang beliau sampaikan:

Ramadhan adalah bulan yang amat spesial, karena banyak keutamaan dan peristiwa penting yang terjadi di bulan ini:

  1. Ramadhan adalah bulan dimana umat muslim berkewajiban menjalankan shaum sebulan penuh
  2. Muhammad diangkat menjadi nabi di bulan Ramadhan
  3. Al Quran diturunkan pertama kali juga di bulan Ramadhan
  4. Di bulan ini, ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadr
  5. Segala amal perbuatan dilipat gandakan pahalanya, ibadah sunnah mendapat ganjaran seperti ibadah wajib, sedangkan ibadah wajib menjadi 70x lipat lebih besar ganjarannya.
  6. Bulan di mana doa dan tobat banyak dikabulkan

Bulan ramadhan juga disebut bulan prestasi, karena banyak sekali prestasi-prestasi dari umat muslim di bulan ini:

  1. Terjadinya Perang Badar pada 17 Ramadhan, 313 pasukan muslim melawan seribu-an kaum  quraisy, dengan akhir yang dimenangkan oleh pasukan muslim
  2. Terjadinya Perang Uhud juga di bulan Ramadhan, dimana pasukan muslim mengalami kekalahan.
  3. Fathul Mekkah terjadi di bulan Ramadhan, dimana Mekkah jatuh ke tangan kaum muslim, dan orang orang berbondong-bondong masuk Islam
  4. Berdirinya dinasti Abbasiyah, yang nantinya selama 500 tahun menjadi pemimpin di dunia, juga di bulan Ramadhan
  5. Panglima Uthbah Bin Nafi berhasil membebaskan Afrika di bulan Ramadhan
  6. Tariq Bin Ziyad memimpin pembebasan andalusia di bulan Ramadhan
  7. Shalahuddin Al Ayyubi membebaskan konstatinopel di bulan Ramadhan
  8. Juga kemerdekaan republik ini, 17 Agustus 1945 juga terjadi di bulan ramadhan.
  9. Dan masih banyak lagi

Jadi salah besar jika Ramadhan diidentikkan dengan bulan malas dan tidak produktif, karena sejarah mengatakan sebaliknya, bahwa di bulan Ramadhan banyak sekali prestasi yang dicapai oleh umat muslim. Oleh karena itu jadikanlah ramadhan ini bulan prestasi..

Kemudian apa saja yang harus dilakukan?

Pastinya wajib shaum, yaitu menahan lapar dan haus serta berhubungan suami istri dan yang searti dengannya dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari dengan tujuan mengharap ridha Allah.

Namun yang paling berat dari semua itu adalah menjaga dari hal-hal yang dapat merusak keutamaan Ramadhan, yaitu menjaga mata dari hal yang haram, menjaga telinga dari hal-hal yang tidak bermanfaat, menjaga lisan dari perkataan yang sia sia, dan yang paling berat adalah menjaga hati dari hal hal yang dapat mengotori.

Indikator keberhasilan yang digunakan adalah takwa, apa itu takwa? Dalam arti yang lebih luas bukan hanya dalam hal ibadah ritual, tapi juga bagaimana agar tidak mudah marah, mampu mengendalikan emosi, membentuk karakter yang  berjiwa besar, mengulurkan tali persaudaraan pun itu kepada orang yang memutuskan tali silaturahim dengan kita, dan juga memaafkan orang lain, pun itu orang yang berbuat zalim terhadap kita, menjadi orang yang memenuhi janji, menjadi pribadi yang tangguh dan sabar ketika kesulitan datang, menjadi orang yang sportif, mengakui ketika berbuat salah dan tidak pernah bersilat lidah mencari alasan

Dan tidak mungkin karakter-karakter yang disebutkan diatas bisa terbentuk jika shaum yang dilakukan hanya sebatas menahan lapar dan haus atau sebatas hanya memindahkan waktu makan.

Berikut kebiasaan kebiasaan yang bisa ditumbuhkan di bulan ramadhan:

  • Bangun untuk makan sahur dengan yang pali ng baik adalah mengakhirkan waktu sahur dan mempercepat berbuka.
  • Tiada malam tanpa shalat malam, waktunya fleksibel, boleh diawal, dipertengahan malam, ataupun diakhir, bisa sendiri ataupun berjamaah.
  • Yang perlu diperhatikan adalah menjaga lisan karena banyak shaum yang akhirnya rusak diakibatkan oleh kejahatan lidah,  karena ucapan. Oleh karena itu berkatalah yang benar dan baik atau diam. Tipsnya adalah dengan memperbanyak amalan lidah seperti membaca quran dan berzikir sehingga memperkecil peluang untuk berkata yang sia sia.
  • Sebelum tidur, hantarkan dengan berzikir hingga ketika tertidur lidah dalam keadaan basah menyebut nama Allah.
  • Biasakan untuk shalat malam dan beristigfar menjelang waktu sahur
  • Biasakan shalat syukrul wudhu, seperti yang dilakukan Bilal hingga terompahnya terdengar sampa ke surga.
  • Tiada hari tanpa sedekah

Yang pasti ramadhan kali ini harus lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Dan semoga kita bisa menjadi manusia unggul, yang menjadi ragi untuk membentuk dan membangun karakter bangsa ini.

Penutupan Karisma ITB Periode 31

ada awal, ada akhir
ada pertemuan, ada perpisahan ..
ada kebahagiaan, juga kesedihan yang dilewati bersama di Karisma periode 31.
namun semua itu bukanlah masalah, selama kita tetap mentaatiNya di segala keadaan ..

coklat itu manis, namun jauh lebih manis persaudaraan karena Allah.. ^^

 

video penutupan Karisma ITB periode 31

Suka Duka di Sidang Umum (Karisma ITB)

Gedung Kayu, 5 Juli 2012

Malam ini saya sedang berada di sekre Karisma, seorang diri,  sedang mempersiapkan bahan untuk Sidang Umum (SU) 32, SU ketiga saya di Karisma, dan mungkin yang terakhir. Di laptop yang terlihat hanya deretan huruf yang berbaris,  tapi di kepala saya, dereta memori selama kurang lebih 2 tahun di organisasi ini melintas begitu saja silih berganti tanpa bisa saya bendung.  Berikut perasaan yang menyertainya, bahagia, sedih, sendu, tawa, bercampur jadi satu. Continue reading →

kita kan sahabat, kata siapa? kita saudara ^^

buat punya banyak saudara,
engga perlu kita pakai topeng menutupi karakter kita sebenarnya

buat menjaga saudara agar tetap di sisi kita,
engga perlu juga kasih hadiah yang mahal

buat melanggengkan persaudaraan,
engga perlulah teriak minta dipahami dan dimengerti Continue reading →

percakapan

trus sehabis SMA,  kuliahnya dimana kang? tanyaku.

kalo dulu saya kuliah, saya ga akan kerja serabutan seperti sekarang ini.
saya ga seberuntung itu untuk bisa kuliah, keuangan keluarga saya ga mendukung.
di sisi lain, saya harus membantu membiayai sekolah adik-adik saya.

saya pengen ..
ngeliat mereka menyelesaikan sekolahnya hingga perguruan tinggi,
walaupun untuk itu ada harga yang harus saya bayar mahal.

a gift from gamus 2010

a gift from gamus 2010

paling suka sama quotenya
“kebahagiaan itu diukur bukan dari berapa banyak orang yang mengenal kita,
namun berapa banyak orang yang bahagia mengenal kita”

makasih banyak adek adekku. kalian bisa lebih baik ..

for the rest of my life

for the rest of my life

Sejatinya,
impian dari tiap insan adalah memiliki kisah indah dalam hidupnya,
salah satunya adalah sepanjang hidup bisa bahagia bersama pasangannya.
begitu pula denganku

Namun tidak semuanya memiliki takdir itu.

Apakah karena materi yang membuatku memilihnya?
karena mungkin saja sebab itu akhlaknya tidak ahsan, dan mudah bagi Allah untuk mengambil semua materi itu.
Aku rasa bukan.

Kemudian aku berpikir, apakah karena parasnya yang membuatku terpikat?
sebab kecantikan pastilah luntur seiring berjalannya waktu.
Aku rasa itu juga bukan.

Teringat kata nabi, nikahilah wanita karena agamanya ..
Karena rukuk dan sujudnya kepada Allah
sebab rukuk dan sujudnya yang seharusnya membuatku rindu
karena ketaatan kepada Rabbnya yang seharusnya membuatku cinta
Aku rasa itu jawabannya.

***

Ada kalanya syaithan membisikkan
“Di seluruh dunia, hanya dia wanitia paling ideal untukmu .. tak ada lagi yang lain ..”

Aku diam, sedikit mengiyakan

Kemudian dibisikkannya lagi,
“akhwat seperti itu banyak yang mencari .. jika kau tidak mulai ambil langkah, membangun hubungan rahasia dari sekarang, bisa jadi dia diambil oleh orang lain ..”

Kembali ku berpikir, kali ini sambil bergumam, benar juga.

namun aku tersadar
memang seperti itulah tipu daya syaithan,
sekilas tampak baik, terlihat benar.
sejatinya dia mengajak pada keburukan
karena sebenarnya dia ingin menjerumuskan.

Oleh karenanya dengan lantang ku katakan, TIDAK!

sebab memang belum saatnya,
bukan soal kesabaran, tapi memang aku tidak mau membuatnya menanti
karena penantian membuka pintu-pintu syaithan.

Sekarang yang bisa kulakukan adalah memantaskan diri.

Seperti janji Allah, wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik.
karena jika sekarang aku melakukan maksiat, yakin, wanita yang jadi jodohku di sudut dunia sana juga akan melakukan hal yang sama.

Oleh karenanya yang bisa aku lakukan adalah memantaskan diri,
memantaskan diri dalam ketaatan kepadaNya ..

hingga tiba saatnya nanti.

di tengah kebun teh

Sekolah di Tengah Kebun Teh

di cianjur, tepatnya kecamatan sukanagara, saat berjalan-jalan di perkebunan teh,
saya menangkap suasana-suasana keceriaan,
ada anak-anak yang sedang bergegas menuju suatu tempat.
ternyata ada sekolah di sana ..
kalo nobita tempat bermainnya di bukit belakang sekolah,
anak-anak ini punya kebun teh belakang sekolah. ^^

Menjadi Mahasiswa Berprestasi IM Telkom 2012

Bahagia atau sedih sebenarnya sama saja. Asalkan kita benar menyikapinya. Bahagia bila yang terjadi sesuai dengan yang kita inginkan, sedih saat yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Padahal kita tau, tidak semua yang kita inginkan itu baik, dan tidak semua yang membuat kita sedih itu buruk. Jadi harus ridho dengan semua yang Allah tetapkan untuk kita, harus berbaik sangka karena pasti itu yang terbaik.

Kadang bahagia kadang sedih. Hal itu berganti dan berulang dengan sendirinya.  Tapi walaupun sejatinya sama, tetap saja kita lebih suka untuk berada pada kondisi lebih banyak bahagianya daripada sedihnya. Kalau bisa, hidup ini ga ada sedih sedihnya malah ..

2 Juni 2012 adalah hari bahagia bagi saya. hari dimana saya resmi diwisuda dari perguruan tinggi, hari dimana amanah dari orang tua terselesaikan. Orang tua sendiri baru pertama kalinya datang ke bandung, tempat saya kuliah. senang sekali. Ditambah dengan ucapan selamat dan kedatangan teman-teman serta sahabat-sahabat saya. sungguh, serasa hari itu milik saya.

Namun ada cerita dibalik itu.

Saya punya target saat kuliah, yakni lulus 3.5 tahun dengan predikat cum laude. Dan dari awal saya sampaikan itu pada kedua orang tua saya. Singkat cerita target itu akhirnya tercapai, saat saya yudisium 2 April 2012, sesuai dengan target saya.

“Afdilla Gheivary, nilai skripsi kamu B+, IPK terakhir kamu 3.77 dan kamu dinyatakan lulus dengan predikat cum laude. Dengan status ini, harapan masyarakat pada kamu tinggi, maka cobalah untuk selalu melakukan sesuatu lebih dari yang orang lain harapkan darimu.”
Ucap dosen penguji saat itu.
Selesainya yudisium saya langsung menelpon orang tua untuk memberi tahu kabar baik itu.

Beberapa waktu setelah itu, saat saya bertemu kembali dengan dosen pembimbing untuk memberikan revisi skripsi, dan kabar itu akhirnya sampai pada saya.
“Afdil, kemarin ada kesalahan saat yudisium, form yang kami terima formatnya salah. Kriteria cum laude seharusnya IPK diatas 3.70 dan nilai skripsi A-, sedangkan nilai kamu B+.  Jadi status kelulusan kamu diganti menjadi sangat memuaskan.”

“tapi kan kemaren sudah ditetapkan cumlaude bu, kok bisa gitu?”

“iya, kemarin di form itu tertulis nilai skripsi minimal B+, makanya dibilang cum laude, padahal seharusnya di form yang benar itu nilai skripsi minimal A-.”

Saya mengehela napas panjang

“kenapa harus seperti ini. jadi antiklimaks begini. Perjuangan selama ini harus gagal karena nilai skripsi yang kurang. kalo memang ga cum laude ya dari awal, jangan udah dibilang cum laude trus ga jadi. Padahal saya sudah terlanjur bilang ke orang tua, bagaimana saya memberi tau mereka lagi?

Sempat terpikir seperti itu, namun saya katakan pada diri,
“tidak tahu ini rahmat atau musibah, saya hanya berbaik sangka kepada Allah”

Waktu terus berlalu. Saat wisuda semakin dekat. Di kampus saya ada yang namanya achievement night, malam penghargaan untuk mahasiswa, lebih tepatnya wisudawan berprestasi. Saat mengumpulkan persyaratannya, saya tidak berharap terlalu banyak. Karena biasanya yang menang adalah yang cumlaude dengan IPK tertinggi, sedangkan saya sudah ga cumlaude, IPK juga banyak yang lebih tinggi, banyak yang 3.8 bahkan ada yang 3.89. hopeless. Jadi saat itu niatnya ingin melihat teman-teman yang dapat penghargaan dan menikmati makanan yang dihidangkan tentunya. Tanpa beban sama sekali.

Di undangan tertulis acara dimulai jam 6.30 malam. namun saya sengaja berangkat jam setengah 8 karena mengejar sholat isya di daarut tauhiid. Saat itu kamis malam, sebenernya waktunya pengajian. Saat diperjalanan handphone bergetar tandanya ada yang nelpon, sampai beberapa kali. Ga saya angkat karena lagi nyetir. Saat saya sampai, liat handphone ternyata ada sms
” dil lo dimana? Pokoknya harus dateng achievement night, ditunggu sekarang.”

Saya curiga.

Saya datang terlambat, saat acara sudah dimulai. Selang beberapa waktu setelah itu, tiba di sesi pemberian penghargaan. Mahasiswa yang membawa nama harum kampus, mulai dari lomba cerpen, debat, sampai business plan diberi penghargaan.

Dan saat yang ditunggu-tunggu tiba, saatnya penghargaan wisudawan berprestasi. Dua orang yang saya jagokan dan yang punya kans besar, yakni gio dan christi maju sebagai juara 2 dan 3. saat itu cemas bukan main, apa rencanamu terhadapku ya Allah?? Dan benar saja, saya benar benar tidak menyangka saat MC mengumumkan bahwa juara 1 nya adalah saya.

“tidak tahu ini rahmat atau musibah, saya hanya berbaik sangka kepada Allah”

Dan penghargaan itu jadi hadiah yang manis di penghujung berakhirnya status mahasiswa saya, juga untuk orang tua saya.

Saya merencanakan lulus cum laude, namun Allah menggantinya dengan mahasiswa berprestasi dan tawaran beasiswa S2 di IM Telkom.

Seindah-indah rencana saya, jauh lebih indah rencana Allah..

Bagaimana Orang Hebat Dibentuk?

Tiga tahun belakangan ini saya banyak bertemu orang-orang hebat. Masing-masing dari kita punya definisi orang hebat itu seperti apa. Biasanya kita menganggapnya hebat jika dia bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Menurut saya, orang hebat itu adalah orang yang mengenal siapa dirinya, memiliki life plan yang baik, dan keberadaannya dapat memberi manfaat bagi sekitarnya.

Ada seorang yang saya kenal dia sebagai pemimpin dari suatu organisasi, memiliki visi organisasi tersebut mau dibawa kemana, dan besar kecintaannya terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Saya kagum. Ada lagi seorang yang dia memiliki life plan yang baik atau bisa dibilang hidupnya penuh dengan perencanaan dan dia bisa mencapai target demi targetnya tidak hanya untuk dunia, tapi juga akhirat. Saya takjub. Ada pula orang yang memiliki public speaking yang baik dan bisa membangun hubungan yang dalam dengan orang lain. Itu juga hebat. Juga beberapa orang yang sudah memiliki karya di usia mudanya, lebih tepatnya semasa kuliahnya, seperti memiliki bisnis, menulis buku, menggagas dan menjadi volunteer di kegiatan sosial, ataupun menikah. Hhe. Ada saja orang-orang seperti itu.

Di tulisan ini, saya tidak ingin berbicara mengenai kehebatan mereka. Bukan mengenai bagaimana cara menjadi seperti mereka. Bukan itu. Tapi yang ingin saya bahas di sini adalah dari mana mereka berasal dan seperti apa mereka dibesarkan. Ya. Awalnya saya berpikir bahwa orang-orang seperti itu dibesarkan dalam lingkungan yang ideal dan kondusif. Memiliki orang tua yang mendidik mereka dengan baik, berkecukupan dari sisi materi dan terfasilitasi dengan baik, ataupun hidup di perkotaan dimana fasilitas dan informasi terpenuhi.

Namun persepsi saya salah.

Ya. Persepsi saya mengenai orang-orang hebat itu dibesarkan di lingkungan yang ideal ternyata salah. Banyak sekali, ketika saya mulai mengenal mereka lebih dalam, ternyata masa lalu mereka tidak seideal dan seindah yang saya persepsikan. Diantara orang-orang hebat yang saya sebutkan di atas, ada yang mereka dibesarkan di keluarga yang memiliki keterbatasan materi, dimana hal itu memotivasi dia untuk berbisnis semasa kuliahnya, untuk menghidupi dirinya. Ada pula yang memiliki permasalahan keluarga, ayah dan ibunya tidak melaksanakan kewajiban sebagai orang tua dengan baik atau bahkan (maaf) broken home, dan hal itu pastinya menimbulkan luka, luka yang bisa mereka jadikan alasan untuk tidak menjadi apa-apa, untuk menjadi seseorang yang biasa-biasa saja. Tapi ternyata tidak seperti itu. Bahkan mereka malah menyeruak dan tampil sebagai seseorang yang diatas rata-rata, menjadi orang-orang yang hebat. Mengungguli orang-orang yang dibesarkan dalam kondisi nyaman.

Dari situ saya belajar, bahwa cerita hidup kita mungkin tidak diawali dengan indah, namun itu tidak menentukan siapa diri kita, bukan alasan untuk kita tidak tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang kita inginkan. Karena kita masih memiliki hari ini, dimana kita bisa tentukan mau menjadi sosok yang seperti apa.

Dari situ saya belajar, bahwa masa lalu yang buruk bisa menjadi hari esok yang baik, bila kita menyikapinya dengan benar. Karena itu adalah pembelajaran, karena itu adalah tempaan, dimana pribadi dan karakter kita dibentuk. Dan kita semua tahu, karakter menentukan masa depan ..

Memar sebelum mekar ..

Garut, 25 Mei 2012

karena kau adalah pembangun peradaban: wanita

dengan bertambahnya kesempatan memperoleh pendidikan, termasuk wanita, maka semakin ke sini semakin banyak wanita yang memasuki lapangan perkerjaan, untuk ikut berkarir.
namun tampaknya konsekuensi dari hal ini cukup besar, karena harus membagi peran antara karir dan menjadi ibu rumah tangga.

saya sepakat dengan bunda elly risman, bahwa wanita berpendidikan itu seharusnya kembali ke rumah, karena kontribusinya akan berjuta lipat lebih besar daripada ketika dia bekerja.

ya. karena kontribusi wanita bukan sekedar memperoleh penghasilan tambahan bagi keluarga, ataupun dengan dalih memajukan perusahaan.
karena kontribusi sesungguhnya, adalah membangun peradaban .. yang itu dimulai dari rumah.

Notes About Gamus: Saya Besar di sini

Hari ini, 20 Mei 2012 adalah hari terakhir Training Kaderisasi (Tekad) Gamus 2012. Gamus, organisasi yang mana saya besar darinya. Meskipun, Gamus belum seprofesional ataupun seluas LDK lain cakupan dakwahnya. Walaupun sekarang saya tergabung dalam organisasi lain, yang  lebih besar skalanya, namun tetap saja Gamus memiliki tempat khusus bagi saya. Karena saya besar di Gamus.

Ini adalah Tekad ketiga yang pernah saya ikuti, Continue reading →