Entrepreneurship Project – Walkabout

Hoorrrreeee … !!!

Hari ini rabu, jam 08.50 saya mengumpulkan berkas ujian akhir semester (UAS) dengan tersenyum. UAS di semester 7 ini ditutup dengan mata kuliah entrepreneurship II. Kenapa tersenyum, karena yakin sekali pas mengerjakan. Bisa semua. Dan memang ga banyak yang perlu disiapkan mengenai matkul yang satu ini. karena ga ada teori yang perlu dihapal, atau rumus yang harus dikuasai. Hanya menuliskan, menceritakan bagaimana keberjalanan tugas besar matkul ini, yaitu praktik bisnis yang dikenal dengan nama Entrepreneurship Project (E-Project) Walkabout.

Pada E-Project ini, tim kami bernama YUNO dengan anggota Bayu, Enggar, Kikyo, saya, terakhir Adi sebagai ketua tim. Awalnya memang kami teman sepermainan dan mencobanya seperti apa jika berbisnis bersama. Bisnis yang kami geluti yaitu kentang spiral, kentang yang diulir sedemikian rupa hingga berbentuk spiral, digoreng, ditusuk sate, dan diberi bumbu beraneka rasa serta  saos-mayonaise. Mimpi dari YUNO, menjadi franchisor produk olahan kentang terkemuka di Indonesia.

Perencanaan dan perhitungan matang sudah dilakukan, dengan modal yang cukup besar (untuk ukuran kami) untuk start up, kami memulai menjalankan bisnis ini dengan semangat 45. Optimis penuh!. Memang lelah ketika harus mencari kentang ke pasar, mengolahnya sampai malam, dan harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan stand. Namun ada kepuasan tersendiri ketika ada pembeli yang datang, mencoba kentangnya, dan tersenyum puas. Oh ya, nama kentangnya adalah “kentang cenat cenut”. Sedikit banyak terinspirasi dengan happeningnya boyband di tanah air. Hhe.

Cerita Walkabout pun berlanjut. Di tengah keberjalanannya, anggota tim mulai punya kesibukan masing-masing. Outsource, laporan magang, skripsi adalah hal-hal yang saat itu rentan sekali memicu konflik. Pernah sekali waktu menyiapkan stand seorang diri, padahal harusnya dikerjakan minimal dua orang. Di lain waktu ketua timnya membeli 20 kg kentang di pasar yang jaraknya satu jam, dan membawanya naek motor seorang diri. Dan masih banyak lagi perjuangan, pengorbanan yang dilakukan, yang tidak bisa disebutkan satu-satu. Dalam hati, oh jadi gini rasanya berbisnis.

Hingga akhirnya sampai pada batas waktu dari tugas Walkabout, yaitu bulan Desember. Sedangkan modal belum kembali seutuhnya. Ini menjadi ujian tersendiri bagi kami. Dan ketika presentasi dengan tim Walkabout lainnya, ternyata bisa dihitung tim yang arus kasnya minus, salah satunya kelompok kami. Dan sekarang, bisnis kami sedang break sementara sampai waktu yang sudah ditentukan bersama, dalam rangka menyelesaikan amanah sebagai mahasiswa (asik bahasanya), fokus menyelesaikan skripsi, hingga nantinya kami bertemu lagi untuk membicarakan kelanjutan dari bisnis ini.

Selama perjalanan Walkabout , dari konflik-konflik dan perdebatan yang  dilalui, membawa kami lebih mengenal karakter masing-masing. Dimana mau susah atau senang, sudah kami lalui bersama. Dan ketika mengerjakan UAS tadi, ada bagian soal dimana harus menceritakan kondisi tim selamaWalkabout ini. Senyum-senyum sendiri membayangkan apa kiranya yang ditulis teman lainnya.

Dan seandainya tadi ada soal pertanyaan tentang “bagaimana pendapat anda mengenai efektifitas matkul entrepreneurship II ?”

Dengan yakin akan saya jawab:
Matkul ini sangat baik untuk tetap dipertahankan. Karena lewat matkul ini, mahasiswa tidak hanya mengetahui mengenai teori entrepreneurship. Lebih dari itu, mahasiswa bisa mempraktekan teori itu secara real di kehidupan nyata. Bagaimana menerapkan fungsi manajemen (planning, organizing, actuating, controlling), bagaimana memberkani added value pada produk, bagaimana strategimarketing yang paling sesuai, bagaimana menciptakan system, bagaimana melakukan negoisasi dengan supplier, bagaimana mengatasi konflik dan merubahnya menjadi kekuatan, dan masih banyak lagi manfaat positif yang didapat. Lebih jauh lagi, boleh jadi lewat perantara mata kuliah ini, perlahan bisa merubah kecenderungan sarjana yang mencari kerja menjadi sarjana yang menciptakan pekerjaan, lewat kemampuan entrepreneurshipnya. Boleh jadi, perlahan masalah pengangguran terdidik bisa diselesaikan.

Dan mungkin banyak juga, orang-orang yang menemukan arti persahabatan lewat mata kuliah ini .. 😀

BRAVO ENTREPRENEURSHIP !!! \(^o^)/

foto di stand bazar

foto kentang cenat cenut

rekan tim YUNO:
Adi Susanto
Bayu Ariestya Ramadhan
Enggar Pratiwi
Rizky Oktavia Aftriandy

Gegerkalong, 18 Januari 2012
Afdilla Gheivary

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: