Tentang Skripsi: Berjuang Berjibaku

Bandung, 1 Februari 2012

 

Huft..

Teringat kembali perjuangan penyusunan skripsi ini. Berjibaku selama tiga bulan sebelum akhirnya sampai pada saat ini. Tidak terhitung sudah berapa kali mata ini menahan kantuk semalaman karena mengejar target bimbingan. Cukup banyak juga rupiah yang keluar karena harus bolak-balik revisi dan print ulang. Dan banyak juga hak-hak keluarga, teman, binaan, organisasi, yang akhirnya harus ‘mengalah’ demi target selesainya skripsi ini. Bahkan, sempat juga mengalami stres dan jatuh sakit.

Namun disisi lain, tidak terhitung pula berapa kali saya jadi sering bolak-balik ke perpustakaan, membaca banyak buku, menambah banyak ilmu. Hampir setiap hari. Sering kali dari pagi sampai sore. Sampai ada istilah “ngantor” di perpustakaan. Tidak terhitung pula berapa kali saya belajar.Bukan sebatas belajar akademik, tapi juga pembelajaran sikap, pembelajaran hidup. Belajar untuk mengalahkan rasa malas yang seringkali datang. Belajar bekerja di bawah tekanan, tekanan yang timbul karena ketidakmengertian mengenai hal yang diteliti. Belajar untuk menunggu dan sabar ketika menentukan jadwal bimbingan. Belajar untuk bisa berargumen dan tetap tegar ketika bertemu dosen penguji. Belajar untuk berlari mengejar target progres waktu yang telah disusun. Juga belajar mempertanggungjawabkan apa yang telah ditulis di setiap halaman.

Dan akhirnya waktu yang dinanti itu telah tiba. Pagi itu pembimbing menandatangani lembar persetujuan dan kartu bimbingan skripsi menandakan berkas skripsi saya sudah bisa dimasukkan ke sekretariat dan mendaftar untuk sidang skripsi.

428704_2429384427109_942431294_n

Seperti yang dikatakan Imam Syafii,
“Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang”

Manisnya,senangnya akan terasa setelah melewati lelahnya berjuang ..

Selangkah lagi menuju sidang skripsi, selangkah lagi untuk melepas status ajaib ini, ‘mahasiswa’

Bismillah..

Advertisements

3 responses

  1. Asslm..hehheeh ceritanya sama persis nie akhy skripsi oh skripsi

    1. waalaikumsalam. cenderungnya memang gitu ketika ngerjain skripsi. effortnya gede. hhe

  2. hmmm skripsi?seringnya waiting for nothing,,,sms g dbalas, akhirnya nongkrongin dpn ruangan dosen dr matahari terbit smpe tenggelam,,,n akhirnya bener2 nothing,,,bener2 mempertaruhkan g makan, demi nangkring nungguin dosen dtg smpe pulang..derita dpt dosen pembimbing profesor n jg kadept pascasarjana,,jdnya sibuknya bejibun bgt…sering dmarahin krn kek org bego nungguin dr hari ke hr hooho #curhat 😀
    semoga cepat selese deh ni skripsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: