Monthly Archives: May, 2012

Bagaimana Orang Hebat Dibentuk?

Tiga tahun belakangan ini saya banyak bertemu orang-orang hebat. Masing-masing dari kita punya definisi orang hebat itu seperti apa. Biasanya kita menganggapnya hebat jika dia bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa kita lakukan. Menurut saya, orang hebat itu adalah orang yang mengenal siapa dirinya, memiliki life plan yang baik, dan keberadaannya dapat memberi manfaat bagi sekitarnya.

Ada seorang yang saya kenal dia sebagai pemimpin dari suatu organisasi, memiliki visi organisasi tersebut mau dibawa kemana, dan besar kecintaannya terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Saya kagum. Ada lagi seorang yang dia memiliki life plan yang baik atau bisa dibilang hidupnya penuh dengan perencanaan dan dia bisa mencapai target demi targetnya tidak hanya untuk dunia, tapi juga akhirat. Saya takjub. Ada pula orang yang memiliki public speaking yang baik dan bisa membangun hubungan yang dalam dengan orang lain. Itu juga hebat. Juga beberapa orang yang sudah memiliki karya di usia mudanya, lebih tepatnya semasa kuliahnya, seperti memiliki bisnis, menulis buku, menggagas dan menjadi volunteer di kegiatan sosial, ataupun menikah. Hhe. Ada saja orang-orang seperti itu.

Di tulisan ini, saya tidak ingin berbicara mengenai kehebatan mereka. Bukan mengenai bagaimana cara menjadi seperti mereka. Bukan itu. Tapi yang ingin saya bahas di sini adalah dari mana mereka berasal dan seperti apa mereka dibesarkan. Ya. Awalnya saya berpikir bahwa orang-orang seperti itu dibesarkan dalam lingkungan yang ideal dan kondusif. Memiliki orang tua yang mendidik mereka dengan baik, berkecukupan dari sisi materi dan terfasilitasi dengan baik, ataupun hidup di perkotaan dimana fasilitas dan informasi terpenuhi.

Namun persepsi saya salah.

Ya. Persepsi saya mengenai orang-orang hebat itu dibesarkan di lingkungan yang ideal ternyata salah. Banyak sekali, ketika saya mulai mengenal mereka lebih dalam, ternyata masa lalu mereka tidak seideal dan seindah yang saya persepsikan. Diantara orang-orang hebat yang saya sebutkan di atas, ada yang mereka dibesarkan di keluarga yang memiliki keterbatasan materi, dimana hal itu memotivasi dia untuk berbisnis semasa kuliahnya, untuk menghidupi dirinya. Ada pula yang memiliki permasalahan keluarga, ayah dan ibunya tidak melaksanakan kewajiban sebagai orang tua dengan baik atau bahkan (maaf) broken home, dan hal itu pastinya menimbulkan luka, luka yang bisa mereka jadikan alasan untuk tidak menjadi apa-apa, untuk menjadi seseorang yang biasa-biasa saja. Tapi ternyata tidak seperti itu. Bahkan mereka malah menyeruak dan tampil sebagai seseorang yang diatas rata-rata, menjadi orang-orang yang hebat. Mengungguli orang-orang yang dibesarkan dalam kondisi nyaman.

Dari situ saya belajar, bahwa cerita hidup kita mungkin tidak diawali dengan indah, namun itu tidak menentukan siapa diri kita, bukan alasan untuk kita tidak tumbuh dan berkembang menjadi sosok yang kita inginkan. Karena kita masih memiliki hari ini, dimana kita bisa tentukan mau menjadi sosok yang seperti apa.

Dari situ saya belajar, bahwa masa lalu yang buruk bisa menjadi hari esok yang baik, bila kita menyikapinya dengan benar. Karena itu adalah pembelajaran, karena itu adalah tempaan, dimana pribadi dan karakter kita dibentuk. Dan kita semua tahu, karakter menentukan masa depan ..

Memar sebelum mekar ..

Garut, 25 Mei 2012

Advertisements

karena kau adalah pembangun peradaban: wanita

dengan bertambahnya kesempatan memperoleh pendidikan, termasuk wanita, maka semakin ke sini semakin banyak wanita yang memasuki lapangan perkerjaan, untuk ikut berkarir.
namun tampaknya konsekuensi dari hal ini cukup besar, karena harus membagi peran antara karir dan menjadi ibu rumah tangga.

saya sepakat dengan bunda elly risman, bahwa wanita berpendidikan itu seharusnya kembali ke rumah, karena kontribusinya akan berjuta lipat lebih besar daripada ketika dia bekerja.

ya. karena kontribusi wanita bukan sekedar memperoleh penghasilan tambahan bagi keluarga, ataupun dengan dalih memajukan perusahaan.
karena kontribusi sesungguhnya, adalah membangun peradaban .. yang itu dimulai dari rumah.

Notes About Gamus: Saya Besar di sini

Hari ini, 20 Mei 2012 adalah hari terakhir Training Kaderisasi (Tekad) Gamus 2012. Gamus, organisasi yang mana saya besar darinya. Meskipun, Gamus belum seprofesional ataupun seluas LDK lain cakupan dakwahnya. Walaupun sekarang saya tergabung dalam organisasi lain, yang  lebih besar skalanya, namun tetap saja Gamus memiliki tempat khusus bagi saya. Karena saya besar di Gamus.

Ini adalah Tekad ketiga yang pernah saya ikuti, Continue reading →

Notes about Gamus: Rihlah Pembubaran Panitia

Di note sebelumnya saya menyebutkan bahwa kepanitiaan bedah karakter merupakan salah satu kepanitiaan terbaik yang pernah saya ikuti. Saya menemukan profesionalisme, ruh, dan ukhuwah di kepanitiaan ini. profesionalismenya bisa dilihat dari breakdown acara tersusun begitu rinci sampai ke detil yang paling kecil sekalipun, dan masing-masing panitia menjalankan jobdesknya dengan baik. Ruh dari kepanitiaan bisa dirasakan dari masing-masing panitia yang bergerak dengan motivasi yang sama, dakwah. Hal itu diperkuat dengan amalan-amalan dari masing masing panitia sehingga semangatnya terasa powerfull. Dan yang terakhir, ukhuwah, di kepanitiaan ini saya melihat wajah-wajah yang santun, yang  tidak banyak komentar dan langsung menutupi ketika ada kekurangan dari yang lain. Continue reading →

Notes about Gamus: Be Master of Ceremony

Tidak semua orang memiliki kemampuan komunikasi yang baik di depan orang banyak, bahkan bagi sebagian orang, sekedar keberanian pun tidak dimiliki.

Saya orang yang pendiam.  Kata orang phlegmatis. Nyaman berbicara dengan orang yang sudah saya kenal dekat, namun memilih diam seribu bahasa ketika berada di suatu forum dengan banyak orang . Saya termasuk orang yang memiliki masalah komunikasi, khususnya ketika harus berbicara di depan orang banyak. Gemetar, takut, speechless, itulah beberapa hal yang saya rasakan ketika harus berbicara di depan umum. Kelemahan itu saya sadari, dan saya memiliki keinginan untuk bisa keluar dari masalah tersebut. Tampaknya Allah sudah punya rencana untuk itu.

Maret 2009.
Suatu hari ada sms masuk ke hape saya. Continue reading →

Notes about Gamus: Mentoring

Seperti tumbuhan yang memerlukan media yang tepat untuk tumbuh, begitu pula manusia membutuhkan lingkungan yang tepat untuk tumbuh.

Motivasi terbesar saya bergabung di Gamus adalah karena ingin memperoleh lingkungan yang baik dimana saya bisa banyak belajar agama khususnya membaca Al-Quran yang saat itu, awal masuk kuliah saya masih terbata-bata membaca kalam Illahi tersebut.  Pas banget waktu itu Gamus memiliki program BBQ (Belajar Bareng Al Quran) yang diperuntukkan untuk mahasiswa baru. Continue reading →

Kedekatan: Fisik atau Hati

Kedekatan tercipta bukan dari fisik yang dekat, namun kedekatan tercipta karena hati yang dekat.

Kita dengan orang tua di rumah mungkin memiliki interaksi yang terbatas, namun sering kali ibu tahu apa yang sedang kita rasakan, terkadang sebelum kita memberitahu.

Dengan sahabat,  dari kedipan mata atau raut wajah saja dia sudah mengerti apa yang kita ingin katakan.

Sebaliknya coba lihat pada orang yang sedang bertengkar. Mereka dekat berhadap-hadapan, tapi berbicara dengan sangat keras. Mereka bertatap muka, tapi sedikit sekali ucapan yang didengar. Mungkin fisik mereka sedang dekat, namun sejatinya hati mereka jauh.

Waktu Produktif

*sebenarnya tulisan ini saya buat tanggal 18 Maret 2012. tapi ga apa terlambat dipost daripada ga sama sekali. 🙂


Kita tidak akan maksimal melakukan sesuatu jika kita tidak mencintai apa yang kita lakukan.

Jadi begini kawan. Dalam beberapa waktu terakhir ini, sembari menunggu jadwal sidang skripsi keluar saya banyak menghabiskan waktu di organisasi Keluarga Remaja Islam Salman (KARISMA) ITB. Sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang pembinaan keislaman untuk remaja. Sudah 2 tahun saya tergabung di KARISMA. Tidak terasa. Continue reading →

Pembinaan Remaja KARISMA ITB: JAS MERAH

Mungkin sudah cukup lama berlalu, di suatu masa dalam periode kehidupan ini, ribuan cahaya berputar-putar mengelilingi langit Masjid Salman ITB. Bahwa seluruh penduduk langit dan bumi, dari semut yang berada di lubangnya sampai ikan-ikan di lautan, tidak terkecuali malaikat, mendoakan orang-orang yang menuntut ilmu. Demikian halnya yang terjadi pada ratusan bahkan ribuan anak usia remaja yang menyemut, dengan semangat menimba ilmu membentuk lingkaran-lingkaran kecil,  berbagi cerita dengan kakak-kakak pilihan dari universitas  ternama di negeri ini.

Seperti itulah kawan .. Continue reading →

motivasiku

Aku disini, tidak untuk mengalahkan siapapun. Tapi aku disini, hanya ingin melakukan yang terbaik, demi orang-orang yang sayang padaku, demi mereka yang menaruh harapan padaku.
#semangat!

aa gym at spectrum 2012

SPECTRUM merupakan singkatan dari Spectacular Events for Ummat, sebuah acara besar yang digagas oleh Keluarga Muslim (GAMUS) IM Telkom sejak 2010. Filosofinya, ibarat warna yang memiliki spectrum berbeda, namun bila dikumpulkan semua menjadi warna putih yang indah. Begitu pula karakter manusia yang berbeda, namun semua menjadi satu ikatan warna yang indah, warna dari tauhid.
Dalam tahun ketiganya, SPECTRUM berkesempatan menghadirkan KH. Abdullah Gymnastiar (aa gym) dalam acara puncaknya. berikut kutipan ceramah beliau tentang pentingnya tauhid:
  1. bangunan kuat, karena pondasinya kuat. begitu pula umat ini kuat bila memiliki pondasi (tauhid) yang kuat. #spectrum2012 Continue reading →