Pembinaan Remaja KARISMA ITB: JAS MERAH

Mungkin sudah cukup lama berlalu, di suatu masa dalam periode kehidupan ini, ribuan cahaya berputar-putar mengelilingi langit Masjid Salman ITB. Bahwa seluruh penduduk langit dan bumi, dari semut yang berada di lubangnya sampai ikan-ikan di lautan, tidak terkecuali malaikat, mendoakan orang-orang yang menuntut ilmu. Demikian halnya yang terjadi pada ratusan bahkan ribuan anak usia remaja yang menyemut, dengan semangat menimba ilmu membentuk lingkaran-lingkaran kecil,  berbagi cerita dengan kakak-kakak pilihan dari universitas  ternama di negeri ini.

Seperti itulah kawan ..

Gambaran perjuangan dakwah remaja yang dilakukan oleh rekan-rekan mahasiswa di era 80an, yang sekarang menjadi cikal bakal organisasi yang bernama Keluarga Remaja Islam Salman (KARISMA) ITB. Seperti halnya laut yang memiliki pasang surut dalam beberapa dekade terakhir perjuangan itu pun terasa semakin berat. Cahaya-cahaya yang berputar di langit salman pun tidak segemerlap dulu. Mudah saja bagi kita menyalahkan keadaan. Bahwa dulu aktivitas remaja tidak sebanyak sekarang. Bahwa dulu remaja tidak memiliki beban akademik yang seberat sekarang. Bahwa dulu para mahasiswa tidak memiliki amanah di banyak organisasi. Bahwa dulu … bahwa dulu …

Setiap zaman memilki tantangannya sendiri. Prestasi yang pernah diraih di masa lalu bukan berarti dicapai tanpa ada rintangan yang menghadang, bukan berarti tanpa pengorbanan. Setidaknya ada dua hal yang dapat kita contoh dari generasi terdahulu, profesionalitas dan totalitas. Tak terhitung sudah untuk kesekian kalinya diperdengarkan bahwa KARISMA dahulu memiliki leading di pengelolaan organisasi yang sangat rapi dengan uji laiknya, menggunakan teknologi komputer ketika masih sangat langka yang menggunakan.  Totalitas pembinanya pun tidak perlu diragukan. Meletakkan kepentingan organisasi diprioritas teratas.

Tampaknya usaha yang dilakukan linier dengan hasil yang dicapai. Pada masa itu, KARISMA menjadi pusat pembinaan remaja di kota Bandung, dengan ribuan remaja yang turut serta di setiap pembinaannya. Tidak terhitung berapa remaja yang tercerahkan dari kegiatan tersebut.  Tidak terbilang berapa remaja yang menemukan tujuan hidupnya dari pembinaan tersebut. Bahkan mungkin, saat ini sebagian remaja itu tumbuh menjadi pribadi-pribadi unggul yang menorehkan prestasi-prestasi gemilang, menduduki posisi penting di negri ini.

Dan sekarang adalah masa kita kawan. Tidak jadi permasalahan bila romantisme masa lalu itu dijadikan motivasi perjuangan, menjadi tolak ukur keberhasilan kita. Mungkin tantangannya semakin kompleks, mungkin permasalahannya semakin rumit. Namun itu bukan excuse, itu bukan alasan. Bukankah kapasitas kita juga seharusnya jauh berkembang, bukankah teknologi sekarang juga seharusnya banyak memudahkan kita. Bukan tidak mungkin untuk kita mengulang sejarah itu.  Bahkan boleh jadi prestasi kita bisa melampaui sejarah yang pernah diukir.

Kita adalah orang-orang yang memiliki pemikiran kritis, bervisi jauh ke depan, dengan kreatifitas dan mimpi tanpa batas. Bahkan ada diantara kita yang memiliki worldclass competence dengan berprestasi di kancah inernasional.  Kita adalah orang-orang pilihan, dari sekian banyak orang terbaik dari negri ini, kita yang terpilih untuk menjadi bagian dari orang-orang yang peduli dengan remaja. Meluangkan waktu untuk mencari solusi dari permasalahan remaja. Bagi sebagian orang mungkin ini adalah hal kecil, yang tidak terlalu penting. Tapi bagi kita, ini adalah hal besar. Bagi kita ini adalah hal yang sangat penting. Terkadang kita menganggap bahwa yang kita lakukan belum berarti apa-apa bagi dunia. Tapi jangan lupa, bahwa kita memiliki tempat spesial di dunia remaja, di hati para remaja.

Profesionalitas dan totalitas menjadi hal mutlak yang harus dimiliki. Ketika dalam setiap aktivitas kita, dalam duduk, dalam berjalan, dalam diam, dalam pikiran kita bahkan dalam mimpi pun tidak bisa lepas dari dakwah remaja, maka dari situlah kebangkitan dakwah remaja ini dimulai.

Perjuangan ini bukannya akan mudah perjuangan ini bukannya akan tanpa rintangan. Karena dari beratnya perjuangan ini, dari setiap kesulitan ini, Allah mendidik kita untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat. Dan ridha Allah bukan diukur dari berat ringannya, senang sedihnya, sulit mudahnya dalam melalui perjuangan ini. Tapi ridhaNya dapat dilihat dari bagaimana kita tetap taat dan tawakal di setiap keadaan.

Semangat pembinaan remaja ..
Membentuk generasi Rabbani yang seimbang iman, ilmu, amal dan menjadi rahmat bagi sekalian alam ..

Intansurullaha yansurkum wayutsabbits aqdamakum ..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: