Notes about Gamus: Mentoring

Seperti tumbuhan yang memerlukan media yang tepat untuk tumbuh, begitu pula manusia membutuhkan lingkungan yang tepat untuk tumbuh.

Motivasi terbesar saya bergabung di Gamus adalah karena ingin memperoleh lingkungan yang baik dimana saya bisa banyak belajar agama khususnya membaca Al-Quran yang saat itu, awal masuk kuliah saya masih terbata-bata membaca kalam Illahi tersebut.  Pas banget waktu itu Gamus memiliki program BBQ (Belajar Bareng Al Quran) yang diperuntukkan untuk mahasiswa baru.

Kemudian di kesempatan lain bertemu dengan senior di Gamus:

“besok bada ashar kita mentoring di muro yuk ..” ajak kang yahya dan kang anky, senior di Gamus angkatan 2006.

“mentoring? Apa itu kang?” tanyaku.

“mentoring itu, nanti kita berkumpul dalam kelompok kecil, dan kita belajar bareng tentang Islam, ajak chandra juga ya, kalian sekelompok.” jawabnya.

“oh oke kalo gitu, sampe ketemu besok kang”

Dan hari esok itu pun tiba, saya berangkat dari kosan bada ashar, dan sekitar jam 4 sampai di Masjid Al-Murosalah. Disana sudah ada kang Yahya dan kang Anky menunggu, sambil menyiapkan beberapa lembar kertas , yang kemudian dibagikan kepada kami. Kami semua duduk melingkar, diawali dengan membaca Al-Quran, kemudian masing masing secara bergantian membacakan teks materi di lembar yang sudah dibagikan.
Kalo tidak salah materi pertama waktu itu tentang tauhid. Tiap selesai membaca, diselingi dengan penjelasan dari kang Yahya. Kemudian ada kesempatan untuk kami saling berdiskusi. Metode belajar yang cukup menarik dan efektif saya rasa. 🙂

Cerita mentoring tidak berhenti sampai disitu. Selain berinteraksi ketika bertemu untuk mentoring, mentor saya, kang Anky juga sering mengajak untuk pergi keluar bareng, menyusuri jalanan bandung, pergi ke tempat rekreasi, ataupun sekedar main ke kosannya. Waktu itu juga bareng kang Iyan, gamus angkatan 2004 yang sering menjadi sponsor kami, hhe, dengan mentraktir ataupun mengajak pergi menggunakan mobilnya. Hampir setiap weekend kami keluar: saya, Chandra, kang Anky dan kang Iyan.

Awalnya terasa itu tidak ada hubungannya dengan kegiatan di Gamus, tapi belakangan saya menyadari bahwa dengan seringnya kami pergi bersama, di situ terbangun kedekatan dan loyalitas, dan mungkin itu salah satu sebabnya mengapa saya selama empat tahun bisa bertahan di organisasi ini, dari awal masuk kuliah sampai akhirnya lulus. Kedekatan dengan teman lainnya yang membuat saya bertahan.  Belakangan saya baru itu namanya ukhuwah. Persahabatan, persaudaraan, keterikatan hati. Lebih jauh lagi nanti mengenal yang namanya ukhuwah islamiyah, persaudaraan karena iman.

Foto: kang Iyan, kang Anky, Afdil, Chandra di kebun teh Lembang, Desember 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: