Notes about Gamus: Rihlah Pembubaran Panitia

Di note sebelumnya saya menyebutkan bahwa kepanitiaan bedah karakter merupakan salah satu kepanitiaan terbaik yang pernah saya ikuti. Saya menemukan profesionalisme, ruh, dan ukhuwah di kepanitiaan ini. profesionalismenya bisa dilihat dari breakdown acara tersusun begitu rinci sampai ke detil yang paling kecil sekalipun, dan masing-masing panitia menjalankan jobdesknya dengan baik. Ruh dari kepanitiaan bisa dirasakan dari masing-masing panitia yang bergerak dengan motivasi yang sama, dakwah. Hal itu diperkuat dengan amalan-amalan dari masing masing panitia sehingga semangatnya terasa powerfull. Dan yang terakhir, ukhuwah, di kepanitiaan ini saya melihat wajah-wajah yang santun, yang  tidak banyak komentar dan langsung menutupi ketika ada kekurangan dari yang lain.

Karena di tiap kepanitiaan ada dua hal yang mungkin terjadi, menambah kekompakan antar panitia atau malah menimbulkan perselisihan. Tambah kompak ketika semua saling mengerti akan keterbatasan masing-masing dan saling melengkapi. Timbul perselisihan jika tidak ada saling mengerti dan beban kerja hanya bertumpu pada beberapa orang.

Kekaguman saya pada kepanitiaan ini tidak berhenti sampai di situ, selang beberapa lama setelah pelaksanaan event, saya mendapat ajakan untuk acara pembubaran panitia yang bertempat di Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda di daerah Dago. Yap. Ada pembubaran panitia dan dikemas dalam perjalanan bareng menyusuri alam. Sangat menarik.

pagi-pagi kami berkumpul di Telkom Learning Center sambil menunggu mobil untuk berangkat

sampai di pintu masuk goa jepang, disini kami belum tau bahwa perjalanannya akan benar benar panjang

sesaat setelah memasuki pintu masuk, bersama sahabat saya, jevie

sepanjang perjalanan. ada yang menarik disini, rencana awalnya kita hanya sampai ke gua belanda terus kembali lagi. namun setelah bertanya-tanya bahwa lebih bagus lagi jika langsung lanjut menyusuri jalan hingga akhirnya sampai di curug maribaya. tidak ada seorangpun yang tau rute dan berapa jauhnya. kami hanya menyusuri jalan. selang 2 jam akhirnya kita sampai di curug maribaya. dengan berbagai komentar dan keluhan sepanjang perjalanan tentunya. hhe.

ada tebing hijau yang indah, kami sempatkan berteriak, melepas penat.

dan akhirnya, lelah itu terbayar dengan curug (air terjun) yang indah ini. memang dengan merasakan bersusah payah kita jadi tau bagaimana manisnya hidup.

photo session
kompak
31 Mei 2009, acara pembubaran panitia bedah karakter. sebuah akhir yang indah. 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: