Monthly Archives: June, 2012

percakapan

trus sehabis SMA,  kuliahnya dimana kang? tanyaku.

kalo dulu saya kuliah, saya ga akan kerja serabutan seperti sekarang ini.
saya ga seberuntung itu untuk bisa kuliah, keuangan keluarga saya ga mendukung.
di sisi lain, saya harus membantu membiayai sekolah adik-adik saya.

saya pengen ..
ngeliat mereka menyelesaikan sekolahnya hingga perguruan tinggi,
walaupun untuk itu ada harga yang harus saya bayar mahal.

Advertisements

a gift from gamus 2010

a gift from gamus 2010

paling suka sama quotenya
“kebahagiaan itu diukur bukan dari berapa banyak orang yang mengenal kita,
namun berapa banyak orang yang bahagia mengenal kita”

makasih banyak adek adekku. kalian bisa lebih baik ..

for the rest of my life

for the rest of my life

Sejatinya,
impian dari tiap insan adalah memiliki kisah indah dalam hidupnya,
salah satunya adalah sepanjang hidup bisa bahagia bersama pasangannya.
begitu pula denganku

Namun tidak semuanya memiliki takdir itu.

Apakah karena materi yang membuatku memilihnya?
karena mungkin saja sebab itu akhlaknya tidak ahsan, dan mudah bagi Allah untuk mengambil semua materi itu.
Aku rasa bukan.

Kemudian aku berpikir, apakah karena parasnya yang membuatku terpikat?
sebab kecantikan pastilah luntur seiring berjalannya waktu.
Aku rasa itu juga bukan.

Teringat kata nabi, nikahilah wanita karena agamanya ..
Karena rukuk dan sujudnya kepada Allah
sebab rukuk dan sujudnya yang seharusnya membuatku rindu
karena ketaatan kepada Rabbnya yang seharusnya membuatku cinta
Aku rasa itu jawabannya.

***

Ada kalanya syaithan membisikkan
“Di seluruh dunia, hanya dia wanitia paling ideal untukmu .. tak ada lagi yang lain ..”

Aku diam, sedikit mengiyakan

Kemudian dibisikkannya lagi,
“akhwat seperti itu banyak yang mencari .. jika kau tidak mulai ambil langkah, membangun hubungan rahasia dari sekarang, bisa jadi dia diambil oleh orang lain ..”

Kembali ku berpikir, kali ini sambil bergumam, benar juga.

namun aku tersadar
memang seperti itulah tipu daya syaithan,
sekilas tampak baik, terlihat benar.
sejatinya dia mengajak pada keburukan
karena sebenarnya dia ingin menjerumuskan.

Oleh karenanya dengan lantang ku katakan, TIDAK!

sebab memang belum saatnya,
bukan soal kesabaran, tapi memang aku tidak mau membuatnya menanti
karena penantian membuka pintu-pintu syaithan.

Sekarang yang bisa kulakukan adalah memantaskan diri.

Seperti janji Allah, wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik.
karena jika sekarang aku melakukan maksiat, yakin, wanita yang jadi jodohku di sudut dunia sana juga akan melakukan hal yang sama.

Oleh karenanya yang bisa aku lakukan adalah memantaskan diri,
memantaskan diri dalam ketaatan kepadaNya ..

hingga tiba saatnya nanti.

di tengah kebun teh

Sekolah di Tengah Kebun Teh

di cianjur, tepatnya kecamatan sukanagara, saat berjalan-jalan di perkebunan teh,
saya menangkap suasana-suasana keceriaan,
ada anak-anak yang sedang bergegas menuju suatu tempat.
ternyata ada sekolah di sana ..
kalo nobita tempat bermainnya di bukit belakang sekolah,
anak-anak ini punya kebun teh belakang sekolah. ^^

Menjadi Mahasiswa Berprestasi IM Telkom 2012

Bahagia atau sedih sebenarnya sama saja. Asalkan kita benar menyikapinya. Bahagia bila yang terjadi sesuai dengan yang kita inginkan, sedih saat yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Padahal kita tau, tidak semua yang kita inginkan itu baik, dan tidak semua yang membuat kita sedih itu buruk. Jadi harus ridho dengan semua yang Allah tetapkan untuk kita, harus berbaik sangka karena pasti itu yang terbaik.

Kadang bahagia kadang sedih. Hal itu berganti dan berulang dengan sendirinya.  Tapi walaupun sejatinya sama, tetap saja kita lebih suka untuk berada pada kondisi lebih banyak bahagianya daripada sedihnya. Kalau bisa, hidup ini ga ada sedih sedihnya malah ..

2 Juni 2012 adalah hari bahagia bagi saya. hari dimana saya resmi diwisuda dari perguruan tinggi, hari dimana amanah dari orang tua terselesaikan. Orang tua sendiri baru pertama kalinya datang ke bandung, tempat saya kuliah. senang sekali. Ditambah dengan ucapan selamat dan kedatangan teman-teman serta sahabat-sahabat saya. sungguh, serasa hari itu milik saya.

Namun ada cerita dibalik itu.

Saya punya target saat kuliah, yakni lulus 3.5 tahun dengan predikat cum laude. Dan dari awal saya sampaikan itu pada kedua orang tua saya. Singkat cerita target itu akhirnya tercapai, saat saya yudisium 2 April 2012, sesuai dengan target saya.

“Afdilla Gheivary, nilai skripsi kamu B+, IPK terakhir kamu 3.77 dan kamu dinyatakan lulus dengan predikat cum laude. Dengan status ini, harapan masyarakat pada kamu tinggi, maka cobalah untuk selalu melakukan sesuatu lebih dari yang orang lain harapkan darimu.”
Ucap dosen penguji saat itu.
Selesainya yudisium saya langsung menelpon orang tua untuk memberi tahu kabar baik itu.

Beberapa waktu setelah itu, saat saya bertemu kembali dengan dosen pembimbing untuk memberikan revisi skripsi, dan kabar itu akhirnya sampai pada saya.
“Afdil, kemarin ada kesalahan saat yudisium, form yang kami terima formatnya salah. Kriteria cum laude seharusnya IPK diatas 3.70 dan nilai skripsi A-, sedangkan nilai kamu B+.  Jadi status kelulusan kamu diganti menjadi sangat memuaskan.”

“tapi kan kemaren sudah ditetapkan cumlaude bu, kok bisa gitu?”

“iya, kemarin di form itu tertulis nilai skripsi minimal B+, makanya dibilang cum laude, padahal seharusnya di form yang benar itu nilai skripsi minimal A-.”

Saya mengehela napas panjang

“kenapa harus seperti ini. jadi antiklimaks begini. Perjuangan selama ini harus gagal karena nilai skripsi yang kurang. kalo memang ga cum laude ya dari awal, jangan udah dibilang cum laude trus ga jadi. Padahal saya sudah terlanjur bilang ke orang tua, bagaimana saya memberi tau mereka lagi?

Sempat terpikir seperti itu, namun saya katakan pada diri,
“tidak tahu ini rahmat atau musibah, saya hanya berbaik sangka kepada Allah”

Waktu terus berlalu. Saat wisuda semakin dekat. Di kampus saya ada yang namanya achievement night, malam penghargaan untuk mahasiswa, lebih tepatnya wisudawan berprestasi. Saat mengumpulkan persyaratannya, saya tidak berharap terlalu banyak. Karena biasanya yang menang adalah yang cumlaude dengan IPK tertinggi, sedangkan saya sudah ga cumlaude, IPK juga banyak yang lebih tinggi, banyak yang 3.8 bahkan ada yang 3.89. hopeless. Jadi saat itu niatnya ingin melihat teman-teman yang dapat penghargaan dan menikmati makanan yang dihidangkan tentunya. Tanpa beban sama sekali.

Di undangan tertulis acara dimulai jam 6.30 malam. namun saya sengaja berangkat jam setengah 8 karena mengejar sholat isya di daarut tauhiid. Saat itu kamis malam, sebenernya waktunya pengajian. Saat diperjalanan handphone bergetar tandanya ada yang nelpon, sampai beberapa kali. Ga saya angkat karena lagi nyetir. Saat saya sampai, liat handphone ternyata ada sms
” dil lo dimana? Pokoknya harus dateng achievement night, ditunggu sekarang.”

Saya curiga.

Saya datang terlambat, saat acara sudah dimulai. Selang beberapa waktu setelah itu, tiba di sesi pemberian penghargaan. Mahasiswa yang membawa nama harum kampus, mulai dari lomba cerpen, debat, sampai business plan diberi penghargaan.

Dan saat yang ditunggu-tunggu tiba, saatnya penghargaan wisudawan berprestasi. Dua orang yang saya jagokan dan yang punya kans besar, yakni gio dan christi maju sebagai juara 2 dan 3. saat itu cemas bukan main, apa rencanamu terhadapku ya Allah?? Dan benar saja, saya benar benar tidak menyangka saat MC mengumumkan bahwa juara 1 nya adalah saya.

“tidak tahu ini rahmat atau musibah, saya hanya berbaik sangka kepada Allah”

Dan penghargaan itu jadi hadiah yang manis di penghujung berakhirnya status mahasiswa saya, juga untuk orang tua saya.

Saya merencanakan lulus cum laude, namun Allah menggantinya dengan mahasiswa berprestasi dan tawaran beasiswa S2 di IM Telkom.

Seindah-indah rencana saya, jauh lebih indah rencana Allah..