Ramadhan Berkualitas

Kamis malam kemarin, suasana di Masjid Daarut Tauhiid tidak seramai biasanya. Mungkin karena sebagian besar sedang menikmati masa-masa awal Ramadhan di rumah bersama keluarga. Atau, mungkin juga karena sebagian sudah tau bahwa pengajian kamis malam ini tidak dibawakan langsung oleh pimpinan pesantren Daarut Tauhiid, aa gym, karena beliau sedang berada di Madinah.

Kali ini yang menjadi pembicara adalah Prof. KH. Miftah Farid, beliau membawakan tema mengenai Ramadhan, bulan prestasi. Berikut saya rangkum beberapa hal yang beliau sampaikan:

Ramadhan adalah bulan yang amat spesial, karena banyak keutamaan dan peristiwa penting yang terjadi di bulan ini:

  1. Ramadhan adalah bulan dimana umat muslim berkewajiban menjalankan shaum sebulan penuh
  2. Muhammad diangkat menjadi nabi di bulan Ramadhan
  3. Al Quran diturunkan pertama kali juga di bulan Ramadhan
  4. Di bulan ini, ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadr
  5. Segala amal perbuatan dilipat gandakan pahalanya, ibadah sunnah mendapat ganjaran seperti ibadah wajib, sedangkan ibadah wajib menjadi 70x lipat lebih besar ganjarannya.
  6. Bulan di mana doa dan tobat banyak dikabulkan

Bulan ramadhan juga disebut bulan prestasi, karena banyak sekali prestasi-prestasi dari umat muslim di bulan ini:

  1. Terjadinya Perang Badar pada 17 Ramadhan, 313 pasukan muslim melawan seribu-an kaum  quraisy, dengan akhir yang dimenangkan oleh pasukan muslim
  2. Terjadinya Perang Uhud juga di bulan Ramadhan, dimana pasukan muslim mengalami kekalahan.
  3. Fathul Mekkah terjadi di bulan Ramadhan, dimana Mekkah jatuh ke tangan kaum muslim, dan orang orang berbondong-bondong masuk Islam
  4. Berdirinya dinasti Abbasiyah, yang nantinya selama 500 tahun menjadi pemimpin di dunia, juga di bulan Ramadhan
  5. Panglima Uthbah Bin Nafi berhasil membebaskan Afrika di bulan Ramadhan
  6. Tariq Bin Ziyad memimpin pembebasan andalusia di bulan Ramadhan
  7. Shalahuddin Al Ayyubi membebaskan konstatinopel di bulan Ramadhan
  8. Juga kemerdekaan republik ini, 17 Agustus 1945 juga terjadi di bulan ramadhan.
  9. Dan masih banyak lagi

Jadi salah besar jika Ramadhan diidentikkan dengan bulan malas dan tidak produktif, karena sejarah mengatakan sebaliknya, bahwa di bulan Ramadhan banyak sekali prestasi yang dicapai oleh umat muslim. Oleh karena itu jadikanlah ramadhan ini bulan prestasi..

Kemudian apa saja yang harus dilakukan?

Pastinya wajib shaum, yaitu menahan lapar dan haus serta berhubungan suami istri dan yang searti dengannya dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari dengan tujuan mengharap ridha Allah.

Namun yang paling berat dari semua itu adalah menjaga dari hal-hal yang dapat merusak keutamaan Ramadhan, yaitu menjaga mata dari hal yang haram, menjaga telinga dari hal-hal yang tidak bermanfaat, menjaga lisan dari perkataan yang sia sia, dan yang paling berat adalah menjaga hati dari hal hal yang dapat mengotori.

Indikator keberhasilan yang digunakan adalah takwa, apa itu takwa? Dalam arti yang lebih luas bukan hanya dalam hal ibadah ritual, tapi juga bagaimana agar tidak mudah marah, mampu mengendalikan emosi, membentuk karakter yang  berjiwa besar, mengulurkan tali persaudaraan pun itu kepada orang yang memutuskan tali silaturahim dengan kita, dan juga memaafkan orang lain, pun itu orang yang berbuat zalim terhadap kita, menjadi orang yang memenuhi janji, menjadi pribadi yang tangguh dan sabar ketika kesulitan datang, menjadi orang yang sportif, mengakui ketika berbuat salah dan tidak pernah bersilat lidah mencari alasan

Dan tidak mungkin karakter-karakter yang disebutkan diatas bisa terbentuk jika shaum yang dilakukan hanya sebatas menahan lapar dan haus atau sebatas hanya memindahkan waktu makan.

Berikut kebiasaan kebiasaan yang bisa ditumbuhkan di bulan ramadhan:

  • Bangun untuk makan sahur dengan yang pali ng baik adalah mengakhirkan waktu sahur dan mempercepat berbuka.
  • Tiada malam tanpa shalat malam, waktunya fleksibel, boleh diawal, dipertengahan malam, ataupun diakhir, bisa sendiri ataupun berjamaah.
  • Yang perlu diperhatikan adalah menjaga lisan karena banyak shaum yang akhirnya rusak diakibatkan oleh kejahatan lidah,  karena ucapan. Oleh karena itu berkatalah yang benar dan baik atau diam. Tipsnya adalah dengan memperbanyak amalan lidah seperti membaca quran dan berzikir sehingga memperkecil peluang untuk berkata yang sia sia.
  • Sebelum tidur, hantarkan dengan berzikir hingga ketika tertidur lidah dalam keadaan basah menyebut nama Allah.
  • Biasakan untuk shalat malam dan beristigfar menjelang waktu sahur
  • Biasakan shalat syukrul wudhu, seperti yang dilakukan Bilal hingga terompahnya terdengar sampa ke surga.
  • Tiada hari tanpa sedekah

Yang pasti ramadhan kali ini harus lebih baik dari Ramadhan sebelumnya. Dan semoga kita bisa menjadi manusia unggul, yang menjadi ragi untuk membentuk dan membangun karakter bangsa ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: