Kekuatan Visi dan Kepemimpinan

Vision is a mental image of a possible and desirable future state of the organization.

Baik tidaknya suatu organisasi dapat dilihat dari tujuannya, yang tercantum dalam visi, misi dan goal. Dimana visi yang baik adalah yang memuat convey to ideal dan unique. Convey to ideal adalah suatu kondisi ideal yang bisa jadi hal yang tidak mungkin dicapai namun kita ingin menuju ke arah sana. Unique maksudnya visi itu khas, yang membedakan organisasi satu dengan yang lainnya.

Misi adalah langkah-langkah yang akan dilakukan, atau bagaimana cara dari organisasi untuk mencapai visi yang diinginkan. Sedangkan goal adalah tujuan atau target yang akan dicapai, yang biasanya bersifat kuantitatif dan bisa diukur ketercapaiannya.

Visi itu mimpi, mimpi dari top management dalam organisasi, yang biasanya diperoleh dari perenungan, pemikiran, perhitungan dan pandangan yang jauh ke depan. Kompleksivitas dari visi menyebakan tidak semua orang dapat memahami mengenai visi tersebut, pun itu di jajaran middle management atau bahkan lower management. Karena memang tidak semua bagian di organisasi memiliki knowledge yang cukup mengenai berpikir strategis ke depan. Akhirnya visi tidak lebih dari sekedar FYI (for your information). Oleh karena itu diperlukan penjabaran lebih lanjut mengenai visi tersebut yang nantinya dapat dipahami dan dicapai oleh tingkat manajemen yang lebih rendah ataupun dari masing masing unit kerja, jadi tidak hanya FYI tapi FYA (for your action).

Lalu bagaimana agar semua komponen di perusahaan bergerak ke arah yang sama untuk mewujudkan visi tersebut? jika kenyataannya tidak semua bisa mengerti mengenai visi? Itulah gunanya misi yang merupakan penjabaran dari visi, dan misi pun masih bersifat umum, perlu penjabaran lebih teknis lagi yang nantinya disebut dengan goal.

Dan yang terakhir, organisasi yang memiliki visi, misi dan goal tidaklah cukup, harus  disertai dengan kepemimpinan yang kuat. Karena ruh dari organisasi itu ditentukan oleh pemimpin, mau dibawa kemana organisasi tersebut. Seperti Jack Welch, CEO General Electric (GE) yang berhasil melipat gandakan pendapatan dari GE dari $27,977 juta menjadi $129,853 juta ketika dia melepas kepemimpinannya di GE dengan diversifikasi portofolio bisnis mulai dari bohlam sampai dengan pesawat terbang. Ataupun Ren Zhengfei, seorang pemimpin dari memiliki background militer, yang membawa Huawei, perusahaan domestik dari Cina, menjadi perusahaan penyedia equipment telekomunikasi global yang disegani.

“Manage your destiny, or someone else will.”

Jack Welch, CEO General Electric

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: