Orkestra Langit Ramadhan: sebuah perenungan

Mungkin termasuk salah satu berkah di Ramadhan ini, setiap dini hari langit selalu cerah, tampil memamerkan orkestra langit nan indah,  hangatnya sinar rembulan dan cerianya kerlap kerlip bintang-bintang. Hal yang selalu saya nanti, saat setelah shalat shubuh, menyusuri jalan antara masjid dan kontrakan sembari perlahan menengadahkan kepala ke atas, menikmati persembahan orkestra langit.

sebenarnya ingin sekali, seandainya bisa menahan fase bulan sehingga tetap purnama atau paling tidak, jangan menjadi bulan mati kembali.

Bukan seperti pagi ini, yang permukaannya sudah tinggal setengah, yang artinya, Ramadhan segera berlalu. Ya berlalu. Pergi. Ramadhan memang berlalu begitu cepat, bagi yang bergerak terlalu lambat.

dan permukaan bulan yang tinggal setengah itu seakan mempertanyakan,

Apa saja yang sudah kau lakukan selama Ramadhan ini? mengapa target-targetmu masih belum kau capai?? sejatinya kau belum, belum menganggapku sebagai bulan yang spesial, belum ..

Namun, setidaknya masih ada waktu, ya, masih ada waktu. Belum terlalu terlambat .. semoga Allah masih memberi kesempatan untuk menyelesaikan Ramadhan ini, sebagai pemenang ..
pemenang yang menghujamkan akhirat di hatinya, dan dunia sebatas di atas genggamannya.

Advertisements

One response

  1. Insya Allah akan sellalu di jaga kualitas ibadah nya dan klo perlu ditingkatkan….;-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: