Menjadi Seperti Seharusnya

tidak terasa, dari satu tahun total saya memperdalam ilmu di program master sudah 6 bulan berjalan, dengan kata lain sudah setengah perjalanan ..

kalo sedikit direview, tidak jauh berbeda modul yang ada dengan mata kuliah di essatu, karena memang saya mengambil obyek studi yang sama. bedanya adalah dari tingkat pemahaman materi yang semakin dalam dan juga kompleksitas dari analisis studi kasus yang ada.

hampir tiada hari tanpa studi kasus, sampe lupa sudah berapa kasus yang sudah dianalisis dan dibahas. dari semuanya, hampir selalu kita diminta untuk merumuskan strategi apa yang harus dilakukan sebagai pemecahan masalah dari kasus tersebut.

nah, dari strategi ini ada yang menarik, karena perusahaan yang gagal bukan berarti memiliki strategi yang buruk tapi karena implementasinya yang buruk. misal perusahaan sudah mencanangkan target tingkat profit dan pertumbuhan tertentu, berikut langkah-langkah untuk mewujudkannya. namun pada prakteknya, langkah-langkah yang sudah dibuat tidak dilaksanakan sehingga targetnya pun tidak tercapai.

disitu sebenarnya fungsi leader, yang salah satunya adalah memastikan implementasi apakah sudah sudah sesuai rencana yang dibuat atau belum. dimana dalam prosesnya tidak jarang leader harus turun ke bawah, yang sekarang lagi tren dilakukan pemimpin-pemimpin di pemerintahan yang lebih dikenal dengan “gaya blusukan”. karena memang itu lah fungsinya leader.

kalo saya, entah kenapa suka sekali mencoba menerapkan manajemen (yang notabenenya untuk skala perusahaan) menjadi diterapkan ke diri pribadi. contohnya saja tentang strategi, saya sudah membuat beberapa target kemudian membreakdownnya menjadi langkah-langkah kecil yang semuanya mendukung untuk tercapainya target tersebut.

sebagian ada yang tercapai, namun disisi lain banyak juga yang masih sebatas target dan belum dicoret dari list yang sudah dibuat. beberapa ada pengaruh dari lingkungan eksternal yang tidak bisa dihindari, seperti sakit, dapat musibah, dll. tapi kalo dianalisis lebih dalam, sebenarnya ada akar masalahnya, yaitu kurangnya disiplin dalam menjalankan langkah-langkah yang telah dibuat .. dan itu tampaknya hanya bisa diselesaikan oleh diri pribadi. kalo untuk lingkup diri sendiri, ya kita leader sekaligus bawahan yang menjalankan intruksi yang sudah dibuat,  yang membuat semuanya menjadi seperti seharusnya, ya diri sendiri.

smoga tidak terulang lagi, rencana dan target yang baik harus juga didukung implementasi yang baik pula. 🙂

Advertisements

4 responses

  1. yup ! aku jg setuju bgt ini dil… seru yah kalo ilmu2 pelajaran yg di kelas, di hubungkan dgn pelajaran hidup…
    jadi, secara ga langsung juga kita jadi hafal teori2, tanpa dengan cara menghapal kata demi kata yg sebenernya kita jg ga ngerti apa maksudnya…

    dan satu lagi yg setuju dil,,, kurang disiplin… hehe.. sebenernya semua faktor2 penghambat bisa di atasi lah ya,, secara gitu kita punya otak, punya intelektual, punya kreativitas.. tapi kenapa tetep ga bisa menyelesaikan target? jawabannya disiplin.. hehe 😀

    jadii… gimana nih, ampe kapan kita telat kuliah terus yak? wkwkwk asa ga berubah2.. masuk dalam 3 besar mahasiswa terlambat :)))))))

    1. mari berubah mma .. hha 😀

  2. dua kata yg harus diingat dari sebuah rencana menjadi implementasi action dan konsisten 🙂

    1. dua kata sederhana yang melakukannya gampang-gampang susah ya fan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: