Monthly Archives: March, 2013

Langit

Dago Pakar, Bandung

Dago Pakar, Bandung

Langit,
selalu saja memiliki pesona yang tiada habisnya

apalagi
ketika momen pergantian siang dan malam,
ataupun malam ke siang

saat langit menampilkan semburat warna yang tidak biasa,
momen yang hanya sesaat, namun sangat berharga

dan aku,
selalu suka momen itu.

 

 

Advertisements

Ibrahim Imaduddin Islam

Bulan April 2009, saat itu adalah masa-masa awal saya berkenalan dengan dunia dakwah kampus. Entah ada angin apa, panitia event Bedah Karakter saat itu meminta saya untuk menjadi MC pada acara yang menghadirkan Habiburahman El-Shirazy atau yang lebih akrab disapa kang Abik. (lengkapnya dapat dilihat di Notes about Gamus: Be Master of Ceremony)

Assalamualaikum. Ini dengan afdil ya? Saya Eel gamus 2007, panitia bedah karakter. Apa bisa jadi MC untuk tanggal 9 April?

Iya teh, tapi saya ga punya pengalaman jadi MC. Gimana?

Tenang aja, nanti kamu ngeMCnya berdua bareng Baim Gamus 2007.

Oh gitu, oke teh. Kabari lagi aja nanti kalo ada kumpul panitia.

Singkat cerita, malam saat gladi resik acara saya datang untuk mempersiapkan event esok harinya. Saat itu pertama kalinya saya dipertemukan dengan Ibam (Baim). Sosok  yang akan saya ceritakan disini, Continue reading →

Sosok itu, adalah Bung Hatta

Akhirnya setelah tiga minggu berjibaku dengan buku otobiografi Mohammad Hatta (Bung Hatta), saya menyelesaikannya sampai jilid terakhir. Semakin saya baca lembar demi lembar, semakin menambah kekaguman saya terhadap beliau. Di buku itu, beliau mendeskripsikan perjalanan hidupnya secara detil sedari masih kecil di Bukittinggi, masa studinya di Belanda, sampai pada detik-detik ke gerbang kemerdekaan.

Uniknya, beliau hanya mendeskripsikan peristiwa demi peristiwa  tanpa disertai komentar ataupun pendapat beliau terhadap hikmah yang diambil dari peristiwa tersebut sehingga pada beberapa bagian, saya harus berhenti sejenak dari membaca untuk memikirkan pelajaran apa yang bisa diambil. Dan tidak ada yang tau pasti kenapa beliau hanya menulis sampai pada Desember 1949. Continue reading →

Parapat: Berjuang dan Dibuang

Tempat Pengasingan Bung Karno

Pada 25 Februari 2012 bersama Kak Trio Satria Putra, saat akan menuju pulau Samosir, secara tidak sengaja kami menjumpai sebuah rumah besar dengan gaya arsitektur Eropa di daerah Parapat yang merupakan salah satu kabupaten diantara tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba.

Isenglah bertanya pada petugas disana, ternyata Continue reading →

Di Penghujung Malam

Beberapa hari ini pembagian waktu saya lumayan padat. Dari pukul delapan pagi sampai dengan empat sore seperti biasa saya berjibaku di kelas, di penghujung kelas perkuliahan saya di esdua  yang tinggal beberapa hari lagi. Kemudian jam lima sore sampai dengan malam saya gunakan untuk mengurusi kegiatan di katering, kebetulan minggu ini sedang ada cukup banyak order sehingga banyak pula yang perlu diselesaikan.

Hingga akhirnya, sudah untuk kesekian kalinya saya pulang larut malam seperti saat ini. Jangan ditanya untuk soal capek? Continue reading →