Parapat: Berjuang dan Dibuang

Tempat Pengasingan Bung Karno

Pada 25 Februari 2012 bersama Kak Trio Satria Putra, saat akan menuju pulau Samosir, secara tidak sengaja kami menjumpai sebuah rumah besar dengan gaya arsitektur Eropa di daerah Parapat yang merupakan salah satu kabupaten diantara tujuh kabupaten yang mengelilingi Danau Toba.

Isenglah bertanya pada petugas disana, ternyata ini adalah rumah dinas yang dulu pernah menjadi tempat pengasingan Sukarno.

Tempat pengasingan tapi bagus juga pikir saya, karena dari sini bisa langsung melihat romantisme ombak di Toba. Pun saya kurang tahu apakah tempat ini masih seperti aslinya ketika Sukarno diasingkan dulu atau sudah direnovasi dan menjadi yang seperti sekarang.

Kemudian setelah setahun berselang, baru saya mengetahui dengan pasti, di buku otobiografi Muhammad Hatta, saat Agresi militer Belanda kedua, disebutkan bahwa pemimpin-pemimpin Indonesia ditangkap dan diasingkan (diintenir) tepatnya pada tanggal 1 Januari 1949 Sukarno, Sjahrir dan H. Agus Salim diasingkan di Parapat.

Ditawan, diasingkan, dijauhkan dari rakyat yang dibelanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: