Tengah Malam di Bukittinggi

Aku terbangun di tengah malam, diam sejenak untuk mengumpulkan kesadaran.  Pukul 01.30. Tampakn
ya dinginnya malam Bukittinggi lah yang membangunkanku.

Ku dapati diriku masih memakai jeans dan kaos putih bergambarkan Bung Hatta.
Oh, tampaknya aku tertidur. Belum sempat ganti untuk baju tidur. Perasaan menyesal kemudian mulai hinggap padaku, sesaat sebelum tidur aku akan pergi ke ruang panitia, untuk sharing session yang aku tau itu akan sangat seru, mungkin juga haru dengan banyak hal yang sudah kami lalui bersama.

Ketika melihat handphone, ada message masuk yang menanyakan kenapa aku tidak ikut kumpul sharing. Ah, ini semakin menambah sesak dadaku saja. Hiks. Tapi tak apalah, mungkin tidur itu adalah gift, karena beberapa hari belakang hanya sedikit memiliki waktu tidur, mungkin hanya sekitar 2-3 jam. Yang sedikit menenangkanku adalah bahwa besok Rabu, 5 Juni, Insyaallah masih bisa bertemu mereka lagi, sebelum kami semua pulang ke daerah masing-masing.

Kurang lebih seminggu ini aku berada di Ranah Minang, bersama mereka, kunang-kunang, istilah untuk keluarga Forum Indonesia Muda. Ya, kunang-kunang yang biasanya tersebar itu, di daerah masing-masing di rumah kami, Indonesia, untuk kesekian kalinya berkumpul, berbagi mimpi, berbagi harapan, berbagi cerita. Dan untuk pertama kalinya, di Ranahminang, di tempat kelahiran Bung Hatta, Bukittinggi.

Selalu saja ada cerita menarik bersama mereka, kunang-kunang itu. Dan ketika sampai pada saat berpisah seperti ini, ternyata rasa itu masih sama, rasa sedih juga haru yang menyelimuti. Apalagi pertemuan kali ini, diwarnai oleh budaya Minang yang indah, dan nuansa keteladanan sosok Bung Hatta yang kuat, yang semakin menambah kesan emosional di ingatan ini. Hiks.

Momen-momen kecil bersama mereka,
Berhimpit-himpitan di mobil ketika pertama kali menginjakkan kaki di ranah minang, makan masakan minang yang kuat sekali rasa rempahnya, minum teh es, melihat mahasiswa latihan tari piring ke kampus power ranger, universitas andalas, pergi ke pantai air manis dan melihat keindahan teluk bayur, pergi ke museum di Padang, makan jagung dan pisang bakar di jembatan siti nurbaya, berfoto di atas rel kereta api dan air terjun di lembah anai, belajar menenun dan menikmati angin sepoi di pandai singkek, seminar di istana bung hatta, pertama kalinya masuk dan mengadakan pelatihan di kampus IPDN Baso, perjuangan bangun shubuh bareng, makan ala IPDN, freeze mob di Jam Gadang, berlari-lari di pasar ateh, bertakjub di ngarai sianok, makan pical sikai, saat menari indang, dan masih banyak lagi momen-momen yang membekas di ingatan ini.

Mungkin itu dulu yang bisa aku ceritakan, nanti ketika di Bandung semoga bisa cerita lebih banyak dan semoga kebersamaan ini adalah kebersamaan yang diridhoi olehNya..

Selamat kembali ke daerah masing-masing guys, tetaplah memberi terang, semoga ada takdir untuk kita bertemu kembali..

Bukittinggi, 5 Juni 2013

Advertisements

2 responses

  1. funny part > “kampus power ranger” hahahahah iya sih ada bangunannya kaya markasnya Zordon gitu.

    1. betul betul .. btw, salam kenall

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: