FIM KECE Berbagi Kearifan: Teman Hidup

Apa kabar wordpress saya ya? hhe. Lama dah ga nulis. Saya kehilangan momentumnya sepertinya. Daripada ga ada post baru sama sekali, ini saya post kan hasil berbagi kearifan atau bahasa sekarangnya ngobrol santai bareng temen-temen saya di Forum Indonesia Muda regional Bandung atau yang juga dikenal  dengan nama FIM KECE,  yang dirangkum oleh Lika Lulu, check it out..

FIM KECE Berbagi Kearifan

Sabtu, 7 September 2013 @Ngopdoel Imam Bonjol Bandung

Alhamdulilah setelah sekian lama tidak berjumpa, akhirnya dipertemukan dengan orang-orang unik inspiratif, dengan berbagai latar belakang yang berbeda, aktifitas yang berbeda, angkatan yang berbeda, tetapi sama-sama pernah melewati pelatihan Forum Indonesia Muda. Sore ini ceritanya kami berkumpul bersama, bersilaturahim, ngobrol santai dengan agenda fim kece “Berbagi Kearifan” yang diprogramkan setiap bulan (seharusnya), tetapi beberapa bulan kemarin belum sempat dilaksanakan, karena berbagai alasan yang panjang ceritanya ( xp )

Tema berbagi kearifan kali ini adalah “Teman Hidup”.

Tema yang cukup unik kan? Meskipun alasan pemilihannya random karena mendengar lagu “Teman Hidup” dari Tulus.hehe. Tapi jangan salah.. ternyata tema ini cukup “ngena” dan menambah perspektif dan pandangan yang baru mengenai “teman hidup” masing-masing Kece’ers yang hadir saat itu : kang Aye+ sang pendamping (Nisa), Lika, Nofa, teh Fany, kang Faris, Alif, kang Afdil, teh Ajeng, dede Shielda, Uni Yola, kang Ryan, Rofi, Ka Aufar, dan terakhir kang Tanri.

Rule “berbagi kearifan” kali ini adalah setiap orang akan mendapat kesempatan untuk berbicara, tetapi saat ada yg berbicara dilarang membuat forum di dalam forum. Setiap orang memperkenalkan nama, angkatan, aktivitas, dan cerita “Teman Hidup”nya. Sang moderator selain mengarahkan juga menjadi notulensi, tapi ada beberapa bagian yg tidak sempat tertulis, mohon dimaafkan.

Cerita diawali oleh sang Ayahe, menurut versi kang Aye (Anggayudha Ananda Rasa, FIM 13) : teman hidup adalah orang-orang yang telah memberi inspirasi bisa dari orang tua, teman, bahkan pendamping hidup seperti sang istri. Ga ada salahnya berteman krn kebutuhan, krn kepentingan, “kepentingan, bukan ny itu hal yg wajar?”. Toh kita dengan orang tua kita pun karena ada kepentingan, kebutuhan.

Versi kang Ryan (Ryan Alvian Noor, FIM 9)  : teman hidup, jika dilihat secara filosofi : teman sejati, kepentingan sejati, jaman sekarang jarang yang berteman tanpa sebuah kepentingan, saling membutuhkan. Tetapi menurut saya Teman Hidup adalah orang-orang yang paling dekat dengan kita, keluarga kita, kerabat dekat, dan yang akan menjadi pendamping kita (istri). Namun seiring berkembangnya jaman dan peradaban manusia, terutama perkembangan teknologi, hidup manusia pun semakin berkembang, terkadang media sosial menjadi teman hidup, dan komunikasi langsung jarang terjalin, namun sejatinya  teman hidup adalah Allah.

Kajol.. Ka jola, uni Yola, (Yola Desnera Putri,  fim rescue) : teman hidup adalah teman yg memiliki visi yang sama , dapat merasakan apa yg kita rasakan bersama2 berjuang mengantarkan dirinya benar di hadapan Allah. Membangun negri, sesuai dgn syariatnya.

Alif, (Muhammad Alifa Farhan FIM 13) : saat dapet sms dan baca tema berbagi kearifan adalah teman hidup, yg terlintas di benak saya adalah teman hidup saya sejak jaman pesantren, temen sekamar yang mostly punya keinginan dan mimpi yg sama, meskipun terkadang jadi semacam kompetitor, tetapi tetap saling memotivasi hal yang positif, sampai membicarakan mau ngapain kedepannya. Teman saya di unpad, saya di ITB, kita tetep silaturahmi saya ke nangor, dia ke Bandung, itulah yg membedakan dia dengan teman saya yang lain.

Dede shielda, (Shielda Fahreisa FIM 14) karena saya anak rantau dari solo, sejauh ini selama di Bandung, berteman dengan merangkul temen2 yg hidup sama aku sekarang, waktu sma beberapa temen itu ada klo ada butuhnya aja, tapi waktu cerita sama mamah : shielda geer banget dimanfaatin, bukannya memang orang yg  bagus adalah orang yg sering dimanfaatkan, (sebaik-baik manusia adalah manusia yg paling bermanfaat). semakin lama semakin belajar nothing to lost..

tambahan : teman sejati adalah ketika kita sudah bisa mendahulukan kepentingan teman kita di atas kepentingan pribadi.

Nofa, (Nofalia Nurfitiani FIM 14) : teman hidup itu teman sevisi, bisa jadi keluarga, saya mau bercerita sosok yang penting bagi saya, terutama saat ini, fase skripsi dan butuh dukungan, yg sangat berperan itu papah (aduh sampe pengen nangis), kerasanya sekarang disaat temen2 ga ada, tapi papah itu selalu ada, jadi untuk saat ini sosok teman hidup bagi saya itu papah.

Teh Ajeng (Rizky Ajeng Andriani, FIM 13) : berbeda dengan teman-teman yg lain, karena saya 13 tahun hidup merantau, itu adalah pencarian seumur hidup utk mencari definisi “temen”, sd 4 x pindah, smp 2 x, sma 2 x, kuliah semoga cuma sekali sampe lulus di unpad. Hubungan pertemanan bagi saya akan ada yg datang dan yg pergi, datang dan meninggalkan, ataupun sebaliknya. Saya adalah orang menyesali masa lalu, karena saya pernah di bully, makanya saya ingin jadi psikolog, dari dulu saya ingin tau alasan teman-teman yg dulu mem-bully saya, membuat rendah diri, tidak berarti, tapi sekarang saya bersyukur karena merekalah yg menguatkan saya sekarang. Sampai akhirnya saya dipertemukan dengan 3 org  sahabat yang tidak pernah pergi, seseorang yg disebut sahabat, akan berdampak konstruktif bagi kita, meskipun berbeda visi, pasti ada pelajaran atau hikmah yg dapat diambil. Teman hidup itu bisa jadi orang tua, suami/istri, saya belajar dari kehidupan keluarga kedua orgtua saya yang saling melengkapi, saling meredamkan, menempatkan diri dengan sangat baik, jika ada kesalahan dari ayah atau ibu, tidak pernah ditegur bahkan bertengkar di hadapan anak-anak, tdk  saling menyalahkan, karena suami istri adalah pakaian bagi satu dan lainnya, ayah dan ibu teman hidup yg spesial , dan anak-anak pun tidak pernah dipaksakan, tetapi dikembangkan sesuai minat masing2 dan berkembang sesuai yg diinginkan.

Ibuhe, istri kang Aye (Syarifatun Nisa, FIM 14) sama seperti teh ajeng, teman nisa mereka dtg dengan cepat, atau lambat.  Buat nisa teman hidup = pendamping hidup, suami, apalagi setelah alhamdulilah positif mengandung suami membersamai kita  1 bulan ini, sangat merasakan perjuangan, beban fisik, mental, tetapi jika didampingi, diperhatiin rasanya seneng, apalagi saat mengandung itu butuh bgt dukungan, pagi sampai malam terus ditemenin, makasih (kemudian mereka berdua malu-malu, haha so sweet…*lika)

Bang Zafran, manusia penuh cinta (Afdilla Gheivary FIM 11) teman hidup dalam arti spesifik itu ya pasti istri, tapi bisa juga artinya diperluas menjadi sahabat yaitu orang yg banyak berinteraksi dengan kita, lebih dari yang lain. Kalau bahas soal istri saya ga berani soalnya disini ada aye yang secara dia sudah nikah dan punya istri beneran. hehe. Saya bercerita teman hidup dalam arti sahabat aja ya. Sahabat itu adalah seseorang yang ketika orang lain ga kita denger, tapi dia (sahabat) kita dengerin. Ketika kita ada sesuatu, dia bisa ngerti, enak buat kita ajak ngobrol, dari persoalan bangsa sampe persoalan istri idaman. Sahabat itu temen yg sering berinteraksi, bengong bareng, nongkrong bareng, diskusi bareng. Mulai dari di mesjid sampe di mall, pokonya kita sering banget bareng dia. Dan namanya persahabatan ga selalu hubungannya baik sepanjang waktu. Terkadang ada masalah yang ngewarnai, ada konflik, yang itu ngebuat kita jadi berjarak, jadi menjauh, tapi saat nanti waktunya baikan dan ngumpul lagi , itu jadi moment yang paling ditunggu. Sahabat itu tau banget modal kita, tau masa lalu kita, ngerti jeleknya kita, tapi dia tetep support dan mau jadi orang yang deket sama kita. Dan terakhir tentang sahabat, idealnya dia bukan cuma jadi temen deket di dunia aja, tapi juga sampai nanti di akhirat. Kembalikan pada tujuan hidup, mencari ridho Allah. Yang juga dalam perjalanannya, sahabat itu orang yang asyik untuk kita ajak fastabiqul khairat.

Teh Fany (Fany Yulinda FIM 11) teman hidup : teman2 kita yg membersamai di setiap fase kita, teman yg memberikan impact, meskipun berbeda visi tapi mereka tetap teman2 yg motivasi tetap istiqamah, saling mengingatkan dunia dan akhirat.

Kang Faris kakanya Hani (Achmad Faris Saffan Sunarya FIM 9) ternyata mulai ada suatu hal yg terasa, saat memilih menghilang dalam semua kehidupan, ada yg ingin di renungkan. Hidup sendiri dan hidup tanpa teman, jauh dr hal2 seru, hal2 prestasi, yang saya sadari ternyata selama ini saya melewati berbagai kejadian akselerasi yang tidak saya kira dan belum tentu orang lain rasakan, seperti melewati 1 thn akselerasi bagi saya tapi  4 thn bagi org lain. Berbicara tentang teman hidup, saya adalah orang yg sering pulnag malam, koreksi pulang pagi, dan ibu adalah orang yg ga pernah sungkan buat bukain pintu, entah itu dalam keadaan tidur kemudian bangun, atau sedang sholat malam, ibu selalu membukakan pintu. Satu hal yang saya sadari saat merantau ke Jogja, yaitu kehilangan teman hidup, merasa ga punya temen, sudah berusaha cari istri, mencoba, ikhtiar, nargetin. Tapi ternyata, saya sudah punya banyak yg valuable yg nilainya sama kaya istri. Temen-temen yang klo kumpul sebenernya ga ada kepentingan, bahkan saya bolak-balik Jogja-Bandung  2 minggu sekali buat ketemu temen-temen g-house. Pernah melenceng ga se-visi, tp indahnya pertemanan tetep saling mengingatkan.  rumah itu “tempat berpulang”, teman hidup pun misalnya istri adalah istri yg menjadi tempat pulang, karena beberapa teman kantor saya beberapa memiliki istri yg tidak menjadi tempat pulang, terkadang visi itu kepentingan yg ga abadi, tergantung visinya.. visi yg abadi, atau engga, fitrah seorang manusia itu butuh tempat berpulang.

Tulisan lengkap di : http://farismind.wordpress.com/2013/09/08/bicara-tentang-teman-hidup-jodoh/

Kang Dafi, (Angga Kusnan Qodafi FIM 7) yg sekarang saya syukuri lulus lama, saya jadi sadar banyak orang yg peduli sama saya, merasa ada orang yg menganggap saya berharga, saya di support bahkan sama Dewi Sandra :p (video dapat di lihat di FB), setiap jenjang pendidikan saya punya teman-teman yang masih menjaga silaturahmi, teman-teman yang berjuang bersama, cuma memang puncak pertemanan itu saat ini, yg kita merasa ga bermanfaat buat org itu, tp org itu memberi perhatian intens buat kita. Berbicara mengenai  teman hidup, akan berbicara tentang 2 hal : 1. investasi kebaikan sebanyak-banyaknya, 2 amal perbuatan, jadikan segala perbuatan kita itu sebagai ladang amal,sekalipun di lingkungan yang orang-orangnya heterogen, jangan sampai nanti seperti di QS Abasa : 33-42 : pada dasarnya ketika hr akhir kita akan disibukkan dengan urusan masing-masing, bahkan sampai ada yg berbantah-bantahan  (QS Azzumar : 39), itu menunjukan dahsyatnya hari kiamat, sehingga orang sudah tak peduli akan urusannya, itu juga menunjukan kalau “saat itu” teman sejati ya hanya amal perbuatan. Teman Hidup itu urusan hati, ga peduli cantik, pinter, hafal quran brp juz pun, tapi kalau hati ga cocok? Berbeda dengan Ajeng, perubahan dlm keluarga yg membuat saya lebih belajar, lebih terbuka ketika org melenceng, menjaga hati agar tetep deket sama Allah.

Ka Aufar, (Aufar Kari FIM 14B) teman hidup saya waktu di NTU, karena disana orang Indonesia dikit, lebih sedikit lagi orang Indonesia muslimnya, saya bertemu dengan 3 org teman-teman 6 thn kenal, awalnya kami ber.4 sevisi, memiliki pandangan masyarakat ideal yang sama, tapi kemudian saya sendiri memiliki pandangan masyarakat ideal yg berbeda dengan mereka, tetapi mereka tetap berteman dgn saya, setelah lulus kuliah 2 org dr teman saya hidup serumah, saat itu terlihatlah sifat jelek saya, tapi mereka tetap menjadi teman saya, menerima saya. Temen hidup yg peduli sama kamu  cuma ada di kuliah aja, di dunia kerja belum tentu akan dapat teman, kaya di Singapore kalau makan siang sendiri artinya ga punya temen, tapi saya ga peduli, tetap jadi diri saya sendiri.

Kang Tanri, (Muhammad Tanri Arrizasyifa FIM 9) tentang teman hidup, belajar dr alveolus, bagian terkecil dr paru2, defaultnya alveolus seperti kantong yang mengkerut ketika kita menghembuskan nafas, mengembang ketika menghirup nafas, jika satu alveolus mengkerut maka yang lain pun akan ikut mengkerut, saling tarik menarik, dan begitu seterusnya. 2 hal yang membuat alveolus tersebut bertahan kembang kempes karena : pertama, dia ngehasilin surfaktan. surfaktan adalah zat cair yang nahan permukaannya biar ga mengkerut. kalau ada bayi yang lahir prematur, resikonya besar untuk kena masalah pernapasan karena sel-sel alveolusnya belum cukup matang untuk ngehasilin surfaktan yang memadai. kedua, mekanisme yang disebut interdependensi alveolus. kantung alveolus (alveolar sac) berbentuk kantung bulat kaya balon. nah, mereka berkumpul mirip anggur ngebentuk alveolar duct. jadi kalo suatu kantung alveolus kekurangan surfaktan dan cenderung mengkerut, dia bakal narik kantung alveolus yang lain untuk meregang. Ada 2 hal yang berpengaruh besar pada diri kita, yaitu faktor internal diri kita dan lingkungan. sama kaya alveolus yang cenderung collapse, manusia cenderung untuk males, gampang jatuh, dan lemah usaha. sama kaya alveolus juga, faktor yang bisa ngejaga manusia supaya ngga “collapse” adalah “surfaktan” yang dia punya alias daya tahannya sendiri dan orang-orang lain yang ada di sekitarnya yang sama kaya alveolus-alveolus lain yang ngejaga alveolus yang udah mau collapse untuk tetep bertahan.

tulisan lengkap di : http://www.arrizasyifaa.com/2011/01/fisiologi-1-alveolus-1.html

Sang moderator, (Lika Lulu FIM.13) Teman Hidup = teman berbagi.

Terinspirasi dari lagu tulus berjudul “teman hidup” menjadi bagian penting dalam hidup lika, dari lirik tersebut bait yang lika suka : didekatnya aku lebih tenang, bersamanya jalan lebih terang. Dan saat ini, selain orangtua dan keluarga, yang mengisi peran itu adalah sahabat-sahabat yang hadir di setiap fase kehidupan lika.  Tetapi ada satu peran disana yang belum terisi (sebenernya kemarin ga  ada kalimat ini sih. :p)  Bercerita tentang sahabat, bersyukur bertemu dengan sahabat2 yg unik dan luar biasa.

Tulisan lengkap di : http://likalulu.tumblr.com/post/60756837972/teman-hidup-versi-lika-lulu

Nah.. itu dia kurang-lebih cerita yang di share di berbagi kearifan edisi September Ceria, maaf kalau ada cerita yg lost atau ga tertulis, saya hanya manusia biasa..

Buat temen-temen yg belum ada kesempatan buat share “teman hidup” nya di moment kemarin, boleh banget loh.. share langsung di postingan ini, barangkali bisa menginspirasi yang lain meskipun jarak dan waktu memisahkan kita 😀

Penasaran buat berbagi kearifan edisi Oktober? Nantikan momentnya, dan siap-siap agendakan yaa… insyaAllah will be better than this 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: