Monthly Archives: February, 2014

Living, Loving, Learning and Leaving a Legacy.

catatan afdilKalo kamu memperhatikan, ada yang berbeda di tampilan blog ini. Yang pertama adalah tema yang dipakai, yang sebelumnya notepad diganti menjadi retro-fifted. Bukan tanpa alasan, karena memang di tahun 2014 ini judulnya adalah brand new me. Mulai dari ganti status dari mahasiswa menjadi profesional. Juga pindah tempat tinggal yang sebelumnya hampir lima tahun di Bandung, sekarang mencoba merasakan hidup di ibukota negeri ini yang kata beberapa orang menyebutnya dengan kota yang kehidupannya keras. Untuk hal ini saya tidak sepenuhnya sepakat dengan pernyataan tersebut.

Dan yang pasti poin penting di setiap perubahan, bukan hanya status atau tempat tinggal saja yang berubah, tapi juga mulai dari hal yang paling mendasar dari diri ini. Hal itu adalah mindset. Karena kurang pas jika kita memakai mindset kemarin untuk kehidupan hari ini. Kondisinya sudah berubah, tantangan pun berubah, maka bagaimana cara kita berpikir juga harus diubah.

Oleh karena alasan itu tema dari blog ini, sebagai jurnal pribadi, tempat saya menuangkan apa yang ada di benak saya, juga harus berubah. hehe. (ada aja alasan). Tema yang menurut saya tetap simple, tapi lebih elegan.

Perubahannya bukan cuma pada tema. Kalimat singkat yang menjelaskan judul blog juga berubah. Sebelumnya “Learning is Life Itself”. Saya lupa tepatnya itu quote siapa. Ceritanya quote itu saya dapat dari seorang dosen yang mengajar tentang manajemen perubahan ketika saya duduk di bangku esdua beberapa waktu yang lalu. Intinya bahwa manusia seharusnya tidak akan pernah berhenti belajar, karena sejatinya belajar adalah hidup itu sendiri. Learning dan Life tidak bisa dipisahkan. Namun sayangnya banyak orang yang melewatkan poin penting ini, dengan tidak belajar dan bertambah baik seiring dengan berjalannya waktu. Quote yang punya makna mendalam ini begitu menginspirasi saya, yang kemudian saya tulis sebagai kalimat pelengkap di judul blog.

Pada fase kehidupan saya berikutnya, quote itu sebenarnya masih sesuai. Namun rasanya ada yang kurang. Learning penting. Tapi saya merasa ada aspek-aspek lain yang juga penting untuk melengkapinya. Kemudian keterusikan saya untuk mencari sesuatuyang hilang itu menemukan muaranya ketika saya membaca buku The 8th Habit karya Steven Covey. Dalam buku itu dia menjelaskan tentang the whole person paradigm, idenya tentang konsep utuh seorang manusia. Berikutnya dijelaskan bahwa manusia terdiri dari empat dimensi berdasarkan fitrah dan kebutuhannya; Body, Mind, Heart, dan SpiritContinue reading →

Advertisements

renungan tentang path to success.

belakangan saya banyak berinteraksi dengan klien yang sudah berpuluh tahun menekuni bidangnya masing-masing.
profesionalisme jangan ditanya, yang sejalan dengan limpahan materi yang mereka dapat.

dan rata-rata, mereka bekerja tidak eight to five. tapi lebih.
bahkan sampai larut malam sekalipun, demi menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawabnya.
seakan keseluruhan waktunya didedikasikan untuk bekerja.

terusik saya untuk bertanya, apa yang membuat mereka bisa bertahan seperti itu? apa yang dicari??

dari diskusi-diskusi yang terjadi, saya mendapat suatu pola, ada benang merahnya,
bahwa mereka memiliki keyakinan,
sukses yang mereka kejar bukan umtuk mencari kebahagiaan
tapi terbalik,
bahagia yang mereka rasa saat bekerja,
yang mereka percaya menjadi kunci dari sukses yang mereka raih.

senada dengan apa yang dikatakan Albert Schweitzer
“Success is not the key to happiness. Happiness is the key to success. If you love what you are doing, you will be successful”