Tag Archives: Bukittinggi

Rindu pada Setelan Jas Putih dan Pantolan Putih Bung Hatta

Sebuah puisi oleh Taufik Ismail yang dibuat tahun 2001) Dibacakan kembali oleh beliau di sebuah seminar di balai sidang Bung Hatta, Bukittinggi, 1 Juni 2013.

***

1

Setiap kali di dalam majelis orang banyak,
ketika hadirin diminta berdiri menyanyikan lagu kebangsaan,
inilah pengalaman yang ingin kuceritakan,

Sampai kepada bait refrein yang harus diulang-ulang,
Indonesia Raya, merdeka, merdeka …“,
pita suaraku tak bisa menyebut “merdeka, merdeka” itu,

Mulutku terkatup bisu,
menyebut dua kata merdeka itu tidak mampu,
dan ada rasa pedih menyayat dalam kalbuku,

Seorang kemenakanku yang memperhatikan mulutku,
belakangan dia bertanya karena ingin tahu.
“Paktuo, paktuo, kenapa paktuo diam saja,
kenapa ketika sampai pada refrein “merdeka, merdeka
paktuo tidak ikut nyanyi bersama?” Continue reading →

Bersama Kunang-Kunang

Malam sudah cukup larut, namun tak seperti biasanya kedua mata ini belum mau terpejam. Mungkin karena sudah tak sabar menunggu hari esok.

Ya hari esok ku, sepertinya akan berbeda, yang biasanya berkutat di kampus, dengan satu hal yang aku benci tapi cinta (ini bahasanya aja ya), tesis. Nah selama kurang lebih satu minggu ke depan aku akan keluar sejenak dari aktivitas di Bandung.

Tujuanku kali ini adalah suatu daerah yang setauku cukup banyak melahirkan tokoh besar, mulai dari Buya Hamka, Bung Hatta, bahkan sampai sosok yang diceritakan dalam sebuah novel trilogi yang mendunia itu, Alif, juga berasal dari daerah ini, tanah Minang.

Tanah Minang yang akan aku datangi, adalah Padang dan Bukittinggi, yang nantinya adalah tempat ketiga di tanah Sumatera yang pernah aku datangi, setelah Banda Aceh dan Medan.

Yang menarik, aku tidak akan ke sana sendiri, tapi bersama teman-teman dari Forum Indonesia Muda, Continue reading →