Tag Archives: wisuda

Perayaan Hubungan Manusia

Berbicara mengenai langit,

mau biru, jingga, ataupun hitam
cerah ataupun hujan
juga fajar dan senja

tiap-tiap momen itu memiliki keindahannya

namun dari keseluruhannya,
ada beberapa momen
yang lebih indah dari  momen lainnya

diantara momen itu,
adalah saat fajar juga senja, saat fase pergantian langit
dimana tercipta semburat warna
akibat terbit terbenamnya matahari

yang sulit melukiskan keindahannya disini

namun sayangnya,
momen itu terjadi hanya sesaat
sesaat sekali, Continue reading →

Advertisements

Officially Wisuda IM Telkom, LEAD 2008

Aslinya saya terharu.

Sabtu besok, 24 November 2012 adalah hari dimana sebagian besar teman-teman saya di Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) angkatan 2008 akan resmi melepas status mahasiswanya.

Wisuda.

Hari yang akan sangat membahagiakan. Continue reading →

Menjadi Mahasiswa Berprestasi IM Telkom 2012

Bahagia atau sedih sebenarnya sama saja. Asalkan kita benar menyikapinya. Bahagia bila yang terjadi sesuai dengan yang kita inginkan, sedih saat yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Padahal kita tau, tidak semua yang kita inginkan itu baik, dan tidak semua yang membuat kita sedih itu buruk. Jadi harus ridho dengan semua yang Allah tetapkan untuk kita, harus berbaik sangka karena pasti itu yang terbaik.

Kadang bahagia kadang sedih. Hal itu berganti dan berulang dengan sendirinya.  Tapi walaupun sejatinya sama, tetap saja kita lebih suka untuk berada pada kondisi lebih banyak bahagianya daripada sedihnya. Kalau bisa, hidup ini ga ada sedih sedihnya malah ..

2 Juni 2012 adalah hari bahagia bagi saya. hari dimana saya resmi diwisuda dari perguruan tinggi, hari dimana amanah dari orang tua terselesaikan. Orang tua sendiri baru pertama kalinya datang ke bandung, tempat saya kuliah. senang sekali. Ditambah dengan ucapan selamat dan kedatangan teman-teman serta sahabat-sahabat saya. sungguh, serasa hari itu milik saya.

Namun ada cerita dibalik itu.

Saya punya target saat kuliah, yakni lulus 3.5 tahun dengan predikat cum laude. Dan dari awal saya sampaikan itu pada kedua orang tua saya. Singkat cerita target itu akhirnya tercapai, saat saya yudisium 2 April 2012, sesuai dengan target saya.

“Afdilla Gheivary, nilai skripsi kamu B+, IPK terakhir kamu 3.77 dan kamu dinyatakan lulus dengan predikat cum laude. Dengan status ini, harapan masyarakat pada kamu tinggi, maka cobalah untuk selalu melakukan sesuatu lebih dari yang orang lain harapkan darimu.”
Ucap dosen penguji saat itu.
Selesainya yudisium saya langsung menelpon orang tua untuk memberi tahu kabar baik itu.

Beberapa waktu setelah itu, saat saya bertemu kembali dengan dosen pembimbing untuk memberikan revisi skripsi, dan kabar itu akhirnya sampai pada saya.
“Afdil, kemarin ada kesalahan saat yudisium, form yang kami terima formatnya salah. Kriteria cum laude seharusnya IPK diatas 3.70 dan nilai skripsi A-, sedangkan nilai kamu B+.  Jadi status kelulusan kamu diganti menjadi sangat memuaskan.”

“tapi kan kemaren sudah ditetapkan cumlaude bu, kok bisa gitu?”

“iya, kemarin di form itu tertulis nilai skripsi minimal B+, makanya dibilang cum laude, padahal seharusnya di form yang benar itu nilai skripsi minimal A-.”

Saya mengehela napas panjang

“kenapa harus seperti ini. jadi antiklimaks begini. Perjuangan selama ini harus gagal karena nilai skripsi yang kurang. kalo memang ga cum laude ya dari awal, jangan udah dibilang cum laude trus ga jadi. Padahal saya sudah terlanjur bilang ke orang tua, bagaimana saya memberi tau mereka lagi?

Sempat terpikir seperti itu, namun saya katakan pada diri,
“tidak tahu ini rahmat atau musibah, saya hanya berbaik sangka kepada Allah”

Waktu terus berlalu. Saat wisuda semakin dekat. Di kampus saya ada yang namanya achievement night, malam penghargaan untuk mahasiswa, lebih tepatnya wisudawan berprestasi. Saat mengumpulkan persyaratannya, saya tidak berharap terlalu banyak. Karena biasanya yang menang adalah yang cumlaude dengan IPK tertinggi, sedangkan saya sudah ga cumlaude, IPK juga banyak yang lebih tinggi, banyak yang 3.8 bahkan ada yang 3.89. hopeless. Jadi saat itu niatnya ingin melihat teman-teman yang dapat penghargaan dan menikmati makanan yang dihidangkan tentunya. Tanpa beban sama sekali.

Di undangan tertulis acara dimulai jam 6.30 malam. namun saya sengaja berangkat jam setengah 8 karena mengejar sholat isya di daarut tauhiid. Saat itu kamis malam, sebenernya waktunya pengajian. Saat diperjalanan handphone bergetar tandanya ada yang nelpon, sampai beberapa kali. Ga saya angkat karena lagi nyetir. Saat saya sampai, liat handphone ternyata ada sms
” dil lo dimana? Pokoknya harus dateng achievement night, ditunggu sekarang.”

Saya curiga.

Saya datang terlambat, saat acara sudah dimulai. Selang beberapa waktu setelah itu, tiba di sesi pemberian penghargaan. Mahasiswa yang membawa nama harum kampus, mulai dari lomba cerpen, debat, sampai business plan diberi penghargaan.

Dan saat yang ditunggu-tunggu tiba, saatnya penghargaan wisudawan berprestasi. Dua orang yang saya jagokan dan yang punya kans besar, yakni gio dan christi maju sebagai juara 2 dan 3. saat itu cemas bukan main, apa rencanamu terhadapku ya Allah?? Dan benar saja, saya benar benar tidak menyangka saat MC mengumumkan bahwa juara 1 nya adalah saya.

“tidak tahu ini rahmat atau musibah, saya hanya berbaik sangka kepada Allah”

Dan penghargaan itu jadi hadiah yang manis di penghujung berakhirnya status mahasiswa saya, juga untuk orang tua saya.

Saya merencanakan lulus cum laude, namun Allah menggantinya dengan mahasiswa berprestasi dan tawaran beasiswa S2 di IM Telkom.

Seindah-indah rencana saya, jauh lebih indah rencana Allah..